Hadapi Potensi Kekeringan, BPBD Makassar Prioritaskan Distribusi Tandon Air ke Wilayah Rawan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Makassar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai mendistribusikan 17 tandon air ke Kecamatan Ujung Tanah sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana kekeringan. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang mengandalkan sumber air tanah dan berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan distribusi tandon air dilakukan sebagai respons atas permintaan dari Kecamatan Ujung Tanah yang berdasarkan hasil asesmen menjadi salah satu wilayah prioritas terdampak kekeringan.

"Hari ini kita intervensi langsung ada permintaan dari Kelurahan Ujung Tanah sebesar 17 tandon. Kita langsung kirimkan hari ini sebagai satu bukti intervensi yang kita lakukan atas perintah Ibu Wali. Jadi tidak bisa menunggu," kata Fadli.

Menurut Fadli, tandon air tersebut akan ditempatkan di titik-titik yang berdasarkan hasil asesmen mengalami kekurangan air. BPBD juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk PDAM dan TNI, untuk memastikan pasokan air ke tandon dapat berjalan optimal ketika dibutuhkan masyarakat.

Ia menjelaskan, bantuan tahap awal difokuskan kepada warga yang belum menjadi pelanggan PDAM dan masih bergantung pada air tanah sebagai sumber utama kebutuhan sehari-hari.
 

Baca Juga :

BNPB Dorong Pembangunan Gudang Logistik Dekat Kawasan Rawan Gempa


"Yang kami prioritaskan hari ini adalah warga yang kekurangan air yang bukan menjadi pelanggan PDAM. Jadi yang sumbernya dari air tanah, kami memberikan tandon untuk persiapan ke mereka," ujar Fadli.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Makassar, sekitar 50 ribu jiwa yang tersebar di enam kecamatan berpotensi terdampak kekeringan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala.

Fadli mengatakan Kecamatan Ujung Tanah menjadi daerah pertama yang menerima distribusi tandon karena telah melalui proses asesmen lapangan dan didukung data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Ada potensi kekeringan sekitar 50.000 jiwa yang tersebar di enam kecamatan. Ujung Tanah menjadi salah satu prioritas karena sudah kami lakukan assessment dan didukung kajian dari BMKG serta BBWS," kata Fadli.

Meski layanan PDAM saat ini masih berjalan normal setelah dilakukan perbaikan jaringan distribusi, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat adanya prediksi penurunan debit air pada musim kemarau.

Saat ini BPBD Makassar telah menyiapkan sekitar 100 tandon air untuk kebutuhan awal penanganan kekeringan. Jumlah tersebut akan ditingkatkan hingga 1.000 tandon apabila pemerintah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

"Saat ini kami memiliki sekitar 100 tandon. Ketika status tanggap darurat ditetapkan, kami akan melakukan pengadaan tambahan dan menggandeng pihak swasta agar distribusi tandon dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat," jelas Fadli.

BPBD Makassar memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air di wilayah rawan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalimat Sederhana Orang Tua yang Bikin Anak Tumbuh Mandiri dan Kritis
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Manfaaat Chia Pudding dan Yogurt untuk Sarapan
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ajakan Rujuk Ditolak Istri, Menantu di Kuningan Bacok Mertuanya
• 5 menit lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Ungkap 185.420 Batang Rokok Diduga Ilegal Beredar di 4 Kabupaten NTT
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Purbaya Beberkan Alasan Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank Himbara
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.