Prabowo Akan Resmikan Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Rp355 T Besok

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto direncanakan bakal meresmikan pembangunan atau peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas "raksasa" Lapangan Abadi, Blok Masela, di Laut Arafura, Maluku, besok, Kamis (16/7/2026).

"Nanti kita lihat ya. Tapi besok Insya Allah Pak Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Namun dia belum bisa memastikan apakah kehadiran Presiden Prabowo secara langsung di lokasi atau virtual, saat ditanya adanya peluang peresmian secara virtual.


"Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri lewat Mensesneg atau Seskab ya," katanya.

Sebagaimana diketahui, proyek gas dengan nilai investasi mencapai US$ 20,9 miliar atau sekitar Rp355 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS) ini memiliki potensi gas sebanyak 6,97 triliun kaki kubik (TCF).

Gas dari Blok Masela ini nantinya akan diolah menjadi gas alam cair (LNG) di kilang LNG di darat dengan kapasitas produksi 9,5 juta ton per tahun (MTPA). Selain itu, Blok Masela juga akan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat.

Proyek ini telah lama ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia. Pasalnya, kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Blok Masela sudah ditandatangani Inpex Corporation selaku operator Blok Masela dengan Pemerintah Indonesia sejak era Presiden BJ Habibie, tepatnya 16 November 1998.

Artinya, nyaris 30 tahun sejak kontrak pengelolaan blok migas ini ditandatangani, proyek ini belum juga beroperasi dan menghasilkan minyak dan gas bumi untuk kepentingan Indonesia.

Bahkan, PSC Blok Masela ini pun sudah diperpanjang menjadi 20 + 7 tahun hingga 2055 mendatang. Perpanjangan kontrak bagi hasil Inpex di Blok Masela ini diteken pada Oktober 2017 lalu saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dijabat oleh Ignasius Jonan. Kontrak Inpex di Blok Masela ini mestinya sudah berakhir di 2028, karena telah berkontrak selama 30 tahun dengan Pemerintah Indonesia.

Nah, karena proyek ini belum beroperasi dan Inpex pun berkomitmen melanjutkan proyek ini, akhirnya Pemerintah Indonesia memberikan perpanjangan 20 tahun sejak 2028, plus ditambah 7 tahun karena pemerintah sempat mengubah skema proyek kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/ LNG) dari di laut (offshore) menjadi di darat (onshore).

Baca: Disepakati Zaman Habibie, Ladang Gas Masela Akan Diresmikan Prabowo!

(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemerintah Percepat Pembangunan Jaringan Gas Nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi I DPR Minta Pemerintah Sikapi Terukur Tarif 20% Trump di Hormuz
• 18 jam laludetik.com
thumb
Alasan Gus Yahya Mau Maju Lagi Jadi Ketum PBNU, Anggap Dinamika Internal Biasa Saja: Banyak Orang yang Kepengin
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Reses di Uraiyang, Legislator Nasdem Haryanto Terima Banyak Keluhan Warga Kelihatan Bansos
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Pondok Gede: Mobil Hantam Sejumlah Motor
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Diproyeksi Menguat Usai BEI Revisi Metode Kepemilikan Saham
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.