China Akhirnya Menyerah, Trump Sudah Kasih Lampu Hijau

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China akhirnya menyerah 'jual mahal' ke Amerika Serikat (AS). Pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Kongres pada Selasa (14/7) waktu setempat, bahwa segelintir chip H200 buatan Nvidia sudah mulai dikirim ke China.

Sebagai informasi, chip H200 merupakan salah satu prosesor AI tercanggih buatan Nvidia. Sebelumnya, AS melarang keras chip H200 dijual ke China, sebelum akhirnya Presiden AS Donald Trump melunak dan mengeluarkan izin bersyarat sejak akhir 2025.


Kendati demikian, China masih menahan diri untuk mengizinkan chip H200 masuk ke negaranya. Presiden China Xi Jinping belum mengeluarkan pernyataan formal bahwa negaranya akan menyambut chip canggih buatan AS tersebut.

"Sudah ada beberapa ekspor dalam jumlah terbatas untuk chip H200 ke China," kata Jeffrey Kessler, Wakil Menteri Perdagangan untuk Industri dan Keamanan, kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR.

Pada Selasa (14/7), Reuters juga melaporkan bahwa sebuah unit produsen alat telekomunikasi asal China, ZTE, serta dua entitas China lainnya adalah beberapa perusahaan yang mendapat persetujuan AS untuk membeli chip AI buatan Nvidia dan AMD asal AS.

Pilihan Redaksi
  • Amerika Ditinggal Perusahaan Sendiri, Ramai-Ramai Pakai Produk China
  • Amerika Menggila Blokir China, Efeknya Sudah Sampai ke Tetangga RI

Hal ini menunjukkan sikap Trump yang sudah lebih membuka diri dan memberikan lampu hijau untuk perdagangan teknologi canggih AS ke China.

Pada Mei lalu, Reuters melaporkan bahwa Kementerian Perdagangan AS sudah membuka jalan bagi sekitar 10 entitas China untuk membeli chip H200. Namun, kala itu belum ada laporan terkait pengiriman ke China.

Beberapa sumber menyebut kala itu Alibaba, Tencent, dan ByteDance, merupakan beberapa perusahaan yang masuk daftar persetujuan untuk membeli chip H200.

Penjualan chip H200 Nvidia ke China telah menjadi titik panas dalam persaingan teknologi yang lebih luas antara AS dan China. Washington berupaya membatasi akses Beijing terhadap chip mutakhir yang dapat digunakan untuk aplikasi militer.

Anggota DPR AS Gregory Meeks, politisi Demokrat senior di Komite Urusan Luar Negeri DPR, pada Selasa (14/7) mengkritik Kementerian Perdagangan karena tidak memasukkan perusahaan China mana pun ke dalam daftar pengendalian ekspor sejak bulan Oktober. Ini merupakan periode terlama dalam lebih dari satu dekade.

Ia mengatakan Trump telah menjadikan pengendalian ekspor sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi yang lebih luas dengan China. Pembukaan akses perizinan teknologi ke China yang kian meluas dinilai bisa melemahkan langkah-langkah perlindungan yang ada.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Sopir Mobil Tangki "Nakal"
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dorong Daya Saing UMKM Takalar Lewat Program PUMK dan Edukasi LPG
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Pelaku Bom MAN 3 Disebut Korban Bullying, Polisi Ungkap Hal Mengerikan yang Dialami
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Hari Ini Masih Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Analisa 4 Saham Berikut
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Bandara Internasional Syamsudin Noor penuhi gizi 127 anak Banjarbaru
• 54 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.