Seorang dokter residen anestesi yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD Tengku Rafian Siak, Alex Kristo Lotis (30), ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar rumah sakit pada Selasa (14/7) kemarin. Hingga kini, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian.
Berikut adalah kronologi dari penemuan jenazah dokter tersebut.
Senin 13 Juli (17.30 WIB)Korban pertama kali dilaporkan hilang pada Senin (13/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, istri korban berusaha menghubungi telepon genggam suaminya, namun nomor tersebut sudah tidak aktif.
Karena tidak dapat menghubungi korban, sang istri mendatangi RSUD Tengku Rafian Siak untuk menanyakan keberadaan suaminya kepada rekan-rekan sesama dokter. Namun, tidak seorang pun mengetahui keberadaan korban.
"Istri korban kemudian menghubungi keluarga korban yang berada di Bagan Batu, Rokan Hilir, namun korban juga tidak berada di lokasi tersebut," kata Kasat Reskrim Siak, AKP Raja Kosmos.
Lalu, bersama petugas keamanan rumah sakit, istri korban kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari hasil pemeriksaan terlihat korban berjalan seorang diri menuju pintu keluar depan Pos Satpam RSUD Tengku Rafian Siak sebelum meninggalkan area rumah sakit.
Selasa 14 Juli (07.30 WIB)Keesokan harinya, Selasa (14/7) sekitar pukul 07.30 WIB, petugas keamanan kembali menanyakan keberadaan korban kepada tenaga medis maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan rumah sakit. Namun, keberadaan korban masih belum diketahui.
11.30 WIBTiga orang saksi, yakni Arif Syahdu, Yudi Arianto, dan Selamat, melakukan pencarian di area semak belukar di sebelah pagar rumah sakit. Pencarian difokuskan di lokasi tersebut karena titik terakhir korban pada rekaman CCTV mengarah ke pintu keluar Pos Security II RSUD Tengku Rafian Siak.
Saat memanjat pagar rumah sakit, Arif menemukan korban dalam kondisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter di luar pagar rumah sakit. Di samping korban ditemukan tas sandang miliknya. Lokasi penemuan berada sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.
Melihat temuan tersebut, saksi segera menghubungi pihak kepolisian.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan, sementara jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau guna dilakukan autopsi.
Di sekitar lokasi penemuan, polisi menemukan sebuah tas sandang berwarna hitam yang berisi sejumlah perlengkapan medis, alat suntik, ampul, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian Siak milik korban.
Berdasarkan keterangan istri korban, Alex Kristo Lotis sedang menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak. Korban juga disebut tidak memiliki riwayat penyakit maupun permasalahan dalam rumah tangga.
Hasil Autopsi Sementara: Ada Luka Hitam dan MemarKasubbid Penmas Polda Riau AKBP Rudi Samosir mengatakan autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan pada Selasa (14/7) mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB oleh tim Bid Dokkes Polda Riau.
"Hasil autopsi sementara memang ditemukan adanya sejenis luka hitam atau memar pada tubuh korban. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan selesai sekitar dua minggu," kata Rudi, Rabu (15/7).
Berdasarkan hasil autopsi sementara, waktu kematian korban diperkirakan terjadi sekitar 12 hingga 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Rudi menjelaskan, memar ditemukan di beberapa bagian tubuh korban, di antaranya pada lengan kiri, dada, dan punggung. Sementara bercak kehitaman yang terlihat pada tubuh korban diduga merupakan bekas gigitan serangga setelah korban meninggal dunia.
Selain itu, polisi memastikan tidak ditemukan obat-obatan keras baik di sekitar lokasi penemuan maupun di dalam barang-barang milik korban.
"Sampai saat ini tidak ada ditemukan obat-obatan yang keras," ujarnya.
Polda Riau menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Penyidik masih menunggu hasil autopsi lengkap sekaligus mendalami seluruh fakta untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Nanti dari hasil tersebut akan terlihat secara terang apakah korban meninggal karena dibunuh, kecelakaan, atau penyebab lainnya," pungkasnya.





