KPK Tindaklanjuti Dugaan Rasuah di Tebo

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan kasus korupsi dalam penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) di wilayah Kabupaten Tebo, Jambi. Langkah ini diawali dengan proses penyaringan validitas data yang diserahkan pelapor.

"Kami pastikan bahwa setiap laporan aduan masyarakat kami tindak lanjuti dengan melakukan verifikasi awal, apakah informasi dan data awal yang disampaikan tersebut valid atau tidak,” ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Jual Kulit Harimau Sumatra, Warga Jambi Terancam 15 Tahun Penjara

Budi menjelaskan setelah proses verifikasi awal rampung, lembaga antirasuah akan menelaah lebih dalam laporan tersebut. Salah satu prosedur wajib yang ditempuh ialah meminta keterangan tambahan dari pihak pelapor guna melengkapi berkas aduan.

"KPK secara proaktif juga akan melakukan pulbaket, pengumpulan bahan keterangan tambahan, sehingga laporan aduan masyarakat ini menjadi lebih lengkap," kata Budi.

Indikasi Pelanggaran Hukum

Pihak pelapor yakni Ketua Umum Amanah Rakyat Indonesia (AMATIR) Nardo Pasaribo membeberkan alasan di balik pelaporan tersebut. Ia menduga kuat adanya praktik lancung dalam proses penerbitan PKKPR di Kabupaten Tebo.

"AMATIR menduga telah terjadi serangkaian pelanggaran hukum dan kejanggalan administratif," ungkap Nardo.


Gedung KPK. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Nardo memerinci dugaan perbuatan melawan hukum tersebut terjadi pada penerbitan dokumen PKKPR Nomor 27022610311509001. Pihaknya mencium adanya penyalahgunaan wewenang, potensi gratifikasi, persekongkolan koruptif yang melibatkan oknum pejabat daerah, hingga indikasi pemalsuan dokumen negara.

Atas dasar temuan tersebut, Nardo mendesak KPK segera menaikkan status penanganan perkara ke tahap penyelidikan dan memanggil para pihak yang diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Gelombang Serangan Baru AS Hantam Iran
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Realisasi Investasi Kuartal II/2026 Capai Rp511,8 Triliun, Serap 742.263 Tenaga Kerja
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Ledakan Gudang Amunisi di Madiun, Berawal dari Pemeriksaan Rutin
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional
• 16 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pertamina EP Jambi Komersialisasikan Gas Sengeti dengan Cadangan 14,76 BSCF
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.