Menilik Makna di Balik Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar yang Dicap Hoaks dan Provokasi

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkara tuduhan manipulasi informasi elektronik dan penghasutan yang menjerat mahasiswa Khariq Anhar masih bergulir dan menuai polemik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Sebuah unggahan meme bergaya "timpa teks" di media sosial yang dibuatnya pada Agustus 2025 silam, kini menyeretnya ke meja hijau sebagai terdakwa.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), unggahan tersebut dilabeli sebagai hoaks dan bentuk provokasi massa.

Namun, jika dibedah lebih dalam dari sisi literasi visual, niat pembuatnya, hingga tinjauan pakar komunikasi dan hukum pidana, benarkah meme tersebut mengandung unsur kejahatan yang dituduhkan?

Baca juga: Sidang Khariq Anhar: Kesaksian Penangkapan di Bandara hingga Harapan Bebas Sebelum Wisuda

Perbandingan unggahan asli dan editan

Dalam kasus ini, berita yang diedit oleh Khariq merupakan berita berisi pernyataan Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal perihal demonstrasi Agustus 2025 silam.

Berita asli yang diedit Khariq memiliki judul "Said Iqbal Tegaskan agar Anarko, Pelajar & BEM Jangan Gabung Aksi 28 Agustus: Ini Murni Isu Buruh!".

Secara kasat mata, berita tersebut tampak rapi dan sesuai standar editorial media massa.

Namun, pada gambar hasil editan "timpa teks", Khariq secara terang-terangan memberikan editan visual secara kasar.

Kata "Jangan" ditimpa secara kasar menggunakan blok hitam dan diubah menjadi "Segera".

Demikian pula kalimat "Murni Isu Buruh!" yang ditutup blok hitam lalu diubah menjadi "Gerakan Rakyat Indonesia!".

Kejanggalan yang paling mencolok dan membuatnya terlihat bahwa unggahan tersebut palsu adalah penyisipan kalimat tambahan bernada absurd di dalam blok hitam yang berbunyi "Dan Membawa Bendera One Piece".

Selain itu, wajah tokoh Said Iqbal di dalam foto juga diedit menggunakan aksesoris kacamata hitam yang merupakan salah satu budaya meme internet sebagai elemen humor.

Baca juga: Meme Timpa Teks Demo Agustus Khariq Anhar Berujung Pidana, Rekan Aktivis: Enggak Asyik!

Penjelasan Khariq Anhar

Di balik editan komedi tersebut, Khariq ternyata menyimpan motif personal berupa kekecewaan terhadap Said Iqbal.

Ia menceritakan, saat itu dirinya sedang berada di Bandung dan mendapat undangan dari seorang rekan Partai Buruh untuk ikut meliput aksi di Jakarta untuk diunggah di akun yang dikelolanya, @aliansimahasiswapenggugat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, ia mendadak menerima tangkapan layar berita yang memuat larangan Said Iqbal kepada mahasiswa untuk turun ke jalan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Anjasmara Diduga Sindir Syifa Hadju, Berawal dari Live Bareng Rizky Nazar sampai Singgung Soal Selingkuh
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Gudang Amunisi di Madiun Meledak, Sejumlah Prajurit Dilaporkan Jadi Korban
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lewat Fellowship CIMB Niaga, Jurnalis Beritajatim Gagas Program Ekoliterasi di MAN 2 Malang
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Purbaya Ungkap Skema Pelunasan Utang Whoosh
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai Karena Surat Perjalanan Luar Negeri Bocor
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.