Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menanggapi sorotan publik terkait Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang hanya mencatat keuntungan Rp 78 ribu dalam enam bulan beroperasi.
Dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026), Ferry menjelaskan koperasi tersebut berdiri atas inisiatif mandiri pengurusnya.
"Kemudian yang di melawai mungkin tadi yang disampaikan tadi. Jadi ada beberapa teman-teman dari anggota Komisi 6 tadi yang menyampaikan juga ramai. Contoh kasus yang pendapatannya cuma berapa? Rp 78.000 itu. Itu memang koperasi kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus," ujar Ferry, dikutip Kamis (16/7).
Ia menambahkan, selama ini Kemenkop lebih banyak membangun fasilitas seperti gudang, gerai, serta perlengkapan di desa-desa dengan lahan yang sudah ditentukan.
Namun, Ferry mengakui belum ada model bisnis khusus untuk koperasi kelurahan di kota besar, termasuk Jakarta.
"Memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa," beber Ferry.
Ia memastikan dalam waktu dekat akan merancang model bisnis baru yang sesuai dengan karakter koperasi di perkotaan.
"Jadi dalam waktu dekat lah pokoknya yang di Melawai yang ini kita beresin dan kita akan bikin model bisnis dan feasibility study tadi untuk kelurahan-kelurahan yang khusus khas untuk kota-kota besar," tutur Ferry.
Baca Juga: Purbaya Tegaskan Barang Bersubsidi Bakal Disalurkan Lewat KDKMP, Modal Koperasi Dinilai Cukup
Sementara itu, Anggota DPR Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, menyoroti ketimpangan antara modal dan keuntungan koperasi tersebut. Dengan modal Rp 3 miliar, keuntungan bersih hanya Rp 78 ribu dalam enam bulan, atau sekitar 0,00026% dari modal.
"Sedang heboh hari ini kita tahu bahwa salah satu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih untung bersihnya Rp 78 ribu, bayangkan modal Rp 3 miliar untung bersihnya Rp 78 ribu, hanya 0,00026% dari Rp 3 miliar. Itu bukan untung per hari pas kami baca detail untung enam bulan selama dia berdiri," ujar Mufti.





