Bisnis.com, JAKARTA — Emiten anyar PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) masuk dalam daftar saham yang dipantau Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mengalami Unusual Market Activity (UMA) akibat lonjakan harga saham yang di luar kebiasaan.
P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Danny Yuskar Wibowo melalui pengumuman Nomor Peng-UMA-00213/BEI.WAS/07-2026 menyampaikan bahwa Bursa mencermati pergerakan saham PRDL karena terjadi kenaikan harga yang tidak wajar. Meski demikian, pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di pasar modal.
"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PRDL yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity," ujar Danny dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (16/7/2026).
Dia mengatakan BEI saat ini tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham PRDL. Sehubungan dengan itu, investor diminta memperhatikan jawaban manajemen PRDL atas permintaan konfirmasi yang disampaikan Bursa.
Selain itu, investor juga diimbau mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perseroan, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila belum memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Investor juga diminta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham PRDL tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," lanjutnya.
Baca Juga
- Rapor Enam Saham IPO: Proline (PRDL) Melonjak, Inaco (JELI) Terjerembab
- Komparasi Saham IPO Terlaris: Menguji Taji Saham RANS, PRDL, BACH & JECX di BEI
- Kisah Balik Layar IPO PRDL, Dikebut 6 Bulan Turuti Arahan Andi Wijaya
Berdasarkan data RTI Business, saham PRDL melonjak 24,71% atau 84 poin ke level Rp424 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026). Dibandingkan dengan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp120 per saham, harga saham PRDL telah melesat sekitar 253,33%.
Sebagai informasi, PT Prodia Diagnostic Line Tbk. resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (9/7/2026). Emiten yang bergerak di bidang diagnostik laboratorium tersebut tercatat di Papan Pengembangan dengan porsi saham beredar di publik (free float) sebesar 30%.
Berdasarkan pengumuman BEI, perseroan menawarkan 497,9 juta saham baru dengan harga Rp120 per saham sehingga menghimpun dana sekitar Rp59,75 miliar. Selain itu, PRDL juga mengalokasikan 25 juta saham melalui skema Employee Stock Allocation (ESA).
BEI menyatakan bahwa per 8 Juli 2026, jumlah saham free float PRDL mencapai 522,9 juta saham atau setara 30% dari total saham tercatat. Persentase tersebut berada di atas ketentuan minimum free float yang berlaku di Bursa.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





