Oleh: Martian Damanik, Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV
Akhirnya sampai ke partai final, Argentina melawan Spanyol. Final impian karena juara bertahan Piala Dunia dan Copa Amerika Argentina ditantang juara Piala Eropa 2024 Spanyol.
Sebenarnya dua jawara ini pernah dijadwalkan dalam partai eksibisi bertajuk La Finalissima Maret lalu, namun batal karena tak ada kesepakatan soal stadion.
Argentina jejakkan kaki di final usai kalahkan Inggris 2-1 di semifinal. Kemenangan ini adalah penegasan bahwa mereka layak, sampai level partai puncak Piala Dunia.
Argentina memang punya Lionel Messi, tapi dia tidak pernah sendirian. Ada trio gelandang Mac Allister-Enzo Fernandez-De Paul yang selalu mengawal Messi. Bila Messi buntu, salah satu dari ketiganya bisa jadi solusi. Tengok bagaimana aksi Fernandez usai Argentina ketinggalan 0-1.
Baca Juga: Argentina Melaju ke Final, Lionel Scaloni Terkejut atas Kemenangan Dramatis: Tak Ada Kata-Kata
Pelatih Lionel Scaloni meminta lebih sering menekan dari kanan untuk buka ruang bagi trio gelandang melepas tembakan dari luar kotak pinalti. Menit 84 Fernandez menembak ditepis Jordan Pickford menghasilkan sepak pojok.
Sepak pojok diambil Messi, oper pendek ke De Paul, balik lagi ke Messi. Messi tidak mengirim umpan lambung atau crossing ke tengah, tapi mengoper ke belakang ke Fernandez sudah ancang-ancang menembak. Posisinya bebas bola pun bisa di arahkan ke pojok kanan Pickford.
Gol penentu juga diawali skenario sama, kali ini aktornya Lautaro Martinez, sutradaranya tetap Messi. Sepakan Mac Allister membentur tiang, bola mengarah ke Messi, digiring sebentar langsung diarahkan Lautaro.
Bola menggantung khas dari kaki kanan Messi tidak bisa dijangkau kepala John Stones, langsung disundul Lautaro masuk ke gawang Pickford.
Penulis : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- argentina
- argentina ke final piala dunia
- piala dunia 2026
- inggris
- lionel messi
- argentina vs spanyol





