JAKARTA, KOMPAS.com – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Kamis (16/7/2026) pagi.
Berdasarkan data IQAir pada pukul 07.00 WIB, Jakarta masuk dalam daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Pada pembaruan pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta tercatat 159, yang masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, polutan utama di ibu kota masih didominasi partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 67,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Baca juga: Kualitas Udara di Jakarta Hari Ini Buruk: AQI Mencapai 165
Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia, Jakarta menempati peringkat keenam. Berikut daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk pada Kamis pagi:
Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (AQI 180)
New York, Amerika Serikat (AQI 177)
Doha, Qatar (AQI 165)
Toronto, Kanada (AQI 158)
Lahore, Pakistan (AQI 153)
Jakarta, Indonesia (AQI 152)*
Minneapolis, Amerika Serikat (AQI 129)
Tel Aviv-Yafo, Israel (AQI 124)
Dhaka, Bangladesh (AQI 122)
Kampala, Uganda (AQI 119)
Kategori tidak sehat menunjukkan kualitas udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.
Risiko gangguan kesehatan lebih tinggi dialami kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
Baca juga: Bagaimana Kualitas Udara di Jakarta Pagi Ini?
Berdasarkan prakiraan per jam, kualitas udara Jakarta diperkirakan masih bertahan pada kategori tidak sehat hingga malam hari.
Nilai AQI diproyeksikan berada di kisaran 151 hingga 164 mulai pagi hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah itu, kualitas udara diperkirakan mulai membaik.
Pada pukul 20.00 WIB AQI diproyeksikan turun menjadi 146, kemudian 128 pada pukul 21.00 WIB, 110 pada pukul 22.00 WIB, dan 113 pada pukul 23.00 WIB.
Masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dapat membantu mengurangi paparan polusi udara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang