Polusi Udara Kembali Selimuti Kota Jakarta

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Polusi udara kembali menyelimuti langit di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di wilayah Megapolitan. Sepekan terakhir, kualitas udara kembali masuk kategori tidak sehat. 

Seberapa parah datanya? Apa penyebabnya? Dampaknya ke tubuh kita seperti apa? Dan apa yang bisa kita lakukan? 
Data polusi Udara Jakarta sepekan terakhir
Berdasarkan data sepekan terakhir, rata-rata di AQI berada di angka 150 hingga 180. Ini merupakan indikator kualitas udara. Dari AQI sendiri ini masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Yang paling jadi sorotan adalah PM 2,5. Angkanya ini berada di antara 45 sampai 65 mikrogram per meter kubik.

Padahal kalau kita melihat dari standar WHO sendiri itu hanya 15 mikrogram. Artinya kadar PM 2,5 di berbagai wilayah saat ini  lebih dari 3 kali lipat batas aman dari WHO. Jadi wajar jika banyak warga yang saat ini mulai merasakan mata perih, batuk, dan juga sesak nafas.

Kalau kita melihat dari laman IQR.com yang diakses pada pukul 10.30 WIB, ternyata banyak wilayah di Indonesia yang ternyata jumlahnya ini untuk IQR sendiri cukup berbahaya. Misalnya di wilayah Depok, kemudian juga Bogor. Ini kalau Anda bisa saksikan dan juga sama-sama mengakses dari IQR wilayah-wilayah yang merah ini merupakan kualitas udara terburuk.

Bahkan bukan hanya wilayah di Jabodetabek saja, melainkan juga seperti wilayah di Jawa Barat, di Kota Bandung, dan juga sekitarnya ada indikator merah dengan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. 

Baca Juga :

Sulit Bernapas? Simak 6 Penyakit Akibat Polusi Udara saat Musim Kemarau
Apa itu PM 2,5?
Banyak yang bertanya-tanya PM 2,5 itu apa? Perlu kita ketahui bahwa PM 2,5 adalah partikel debu yang ukurannya super kecil. Diameternya kurang lebih dari 2,5 mikron, 30 kali lebih kecil dari rambut manusia.

Karena saking kecilnya, PM 2,5 ini bisa lolos dari bulu hidung kita dan bisa masuk lewat hidung, kemudian juga tenggorokan, ke paru-paru, sampai ke alveoli. Partikel ini bisa masuk ke pembuluh darah.
Apa penyebab polusi udara Jakarta?
Sebenarnya apa yang menjadi penyebab polusi udara di sejumlah wilayah ini? Ada lima sumber utama dari polusi yang terjadi di wilayah megapolitan. Pertama adalah transportasi. Seperti kita ketahui ada jutaan kendaraan di wilayah Jabodetabek dan juga wilayah-wilayah lainnya. Emisi dari transportasi ini menyumbang terbesar dari PM 2,5 dan NO2.

Yang kedua dari industri, kemudian juga PLTU. Pabrik-pabrik di sekitar wilayah Jakarta dan pembangkit listrik batubara juga menyumbang polutan seperti SO2. Ketiga ada polusi kiriman. Polusi kiriman ini berasal dari berbagai wilayah yang ada di wilayah Jabodetabek atau juga wilayah-wilayah lainnya seperti di Karawang, Cikarang, ataupun juga wilayah-wilayah lainnya yang bisa terbawa angin ke wilayah megapolitan.

Dan keempat adalah terkait dengan faktor cuaca. Saat ini adalah musim kemarau dan minim angin. Polutan itu seperti terjebak di atas langit. Tidak bisa kemana-mana. Dan yang terakhir adalah debu dari pembangunan dan pembakaran sampah. Jadi masalah yang kompleks ini bukan hanya karena satu faktor saja. Melainkan ada faktor-faktor lainnya.

Baca Juga :

Percepatan Investasi Energi Terbarukan Dinilai Solusi Mengatasi Polusi Jakarta
Dampak polusi udara bagi kesehatan
Jika kita terus-terusan menghirup udara seperti ini, apa dampaknya? Ada dua dampak, yang pertama adalah dampak jangka pendek dan juga jangka panjang. Untuk jangka pendek kita bisa terkena iritasi mata, kemudian juga batuk, pilek, tenggorokan gatal, sampai asma bisa kambuh. 

Tapi yang lebih bahayanya adalah di dampak jangka panjang, yang  tidak bisa lihat ataupun juga kita rasakan pada saat ini. PM 2,5 bisa memicu adanya infeksi saluran pernafasan atau ISPA.  Kemudian juga pneumonia, penyakit jantung, bahkan terkena stroke. Kelompok yang paling rentan akibat polusi udara adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang mempunyai riwayat penyakit pernafasan. 
Bagaimana cara mencegah terdampak?
Pertama adalah menggunakan masker di luar ruangan. Kedua, cek kualitas udara sebelum beraktivitas ataupun juga bekerja. Bisa melewati aplikasi IQR, nafas, ataupun juga BMKG.
Ketiga, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat AQI  tinggi. Yang keempat adalah menggunakan air purifier dan tutup jendela rumah Anda rapat-rapat. Dan kelima, secara jangka panjang kita harus mendukung transportasi umum untuk hemat energi dan memperbanyak ruang hijau.
Polusi udara bukan hanya masalah cuaca
Polusi udara ini bukan sekedar soal langit yang terlihat berkabut. Ini soal kesehatan kita, warga kita dan anak-anak kita ke depan. Ingat 3K, yaitu cek kualitas udara, kurangi aktivitas di luar, dan juga kenakan masker. Karena udara bersih adalah hak kita semua.

Sumber: Redaksi Metro TV


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Kawal Kasus PPDS Tewas di Semak RSUD Siak
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Salah Sasaran Diduga Jadi Motif Penusukan2 Remaja di Mataram, 5 Pelaku Ditangkap
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Dishub Cegah Truk Tabrak JPO sampai Jembatan Jakarta Lagi
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Sinopsis The East Palace, Drakor Sageuk Terbaru yang Dibintangi Nam Joo Hyuk
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
7 Zodiak Paling Beruntung soal Cinta Besok 17 Juli 2026: Scorpio Siap Membuka Hati, Virgo Hubungan Makin Serius
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.