BGN: Prabowo Persilakan Kaji Pelibatan Kantin Sekolah untuk Program MBG

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan keleluasaan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan kajian demi perbaikan terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari mengungkap BGN diizinkan mencari alternatif lain seperti pelibatan kantin sekolah sebagai pengganti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kan kalau menurut Perpres 115 skema pelaksanaannya hanya melalui SPPG. Pilihannya hanya itu. Baca ya Perpres 115 ya. Pak Presiden pun tadi mengatakan 'silakan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh'. Jadi jangan hanya itu satu-satunya pilihan untuk memberikan skema pelaksanaannya," kata Agustina di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Prabowo Tunjuk Menko Pangan Jadi Koordinator Terkait Pembenahan MBG, Waktunya 1 Bulan

Agustina melanjutkan, pesan Prabowo ke BGN yakni meminta agar setiap keputusan dibuat lewat kajian yang mendalam.

"Tapi kembali lagi beliau minta setiap pilihan kebijakan, kaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya," ujarnya.

Dia mengatakan, setelah kajian tata kelola MBG selesai dibahas, BGN akan kembali membuat laporan ke Presiden RI.

"Nanti datang lagi ke beliau sampaikan progres untuk kita putuskan gitu," ucapnya.

Sebelumnya, BGN mempertimbangkan skema menjadikan kantin sebagai pengganti dapur MBG di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kepala BGN Nanik S Deyang menuturkan bahwa skema ini dapat dilakukan di daerah-daerah terpencil yang memiliki jumlah murid sedikit.

Baca juga: Prabowo Beri Waktu BGN Benahi Tata Kelola MBG dalam 1 Bulan

"Ini masih kita lihat (skema kerja sama dengan kantin), di tempat terpencil itu misalnya di Lombok, di Lombok Barat saya pernah ke satu pulau muridnya hanya 119, kan enggak mungkin didirikan dapur," kata Nanik usai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/5/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh karena itu, skema mengajak kerja sama kantin sekolah menjadi alternatif bagi sekolah yang hanya memiliki jumlah muridnya sedikit.

"Di situ ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan, jadi kantin ini salah satu alternatif, begitu," kata Nanik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Respons Dugaan Korupsi Penertiban PKKPR di Tebo Jambi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Persaingan FMCG Makin Ketat, Worldpanel Ungkap Strategi agar Merek Terus Tumbuh
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pelaku Usaha Keluhkan KBLI, Kadin Jatim Harap Regulasi Lebih Efisien
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KAI apresiasi KDM atensi penuh kasus pengeroyokan penjaga perlintasan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
AS Blokade Pelabuhan, Iran Tuding Amerika Sengaja Gagalkan Kesepakatan di Islamabad | SAPA MALAM
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.