Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ledakan yang melibatkan siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Dia menegaskan, penyebab kejadian harus ditelusuri secara menyeluruh.
“Peristiwa seperti yang terjadi di MAN 3 Padang harus ditelusuri secara utuh. Jangan terburu-buru menyimpulkan apa yang menjadi pemicu hingga peristiwa itu terjadi,” ujar Romo Syafi'i, Kamis (16/7/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan pengalaman pada sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan dugaan awal tidak selalu sesuai dengan hasil penyelidikan. Romo Syafi'i mencontohkan peristiwa ledakan di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme, namun setelah didalami justru dipicu oleh persoalan psikologis pelaku.
Karena itu, dia meminta seluruh pihak menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum dan tidak membangun opini berdasarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.
Di sisi lain, dia menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap anak, termasuk mencegah praktik perundungan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, penanganan isu perundungan telah menjadi perhatian serius pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).




