Menanti Kehadiran Beraskita, Melahirkan Benih Padi Kita

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Kehadiran beras premium merek Beraskita yang bakal diproduksi Perum Bulog tengah dinanti. Beras itu bisa menjadi oase bagi masyarakat yang tengah kesulitan mendapatkan beras premium di ritel modern akhir-akhir ini.

Di sisi lain, benih padi dengan produktivitas tinggi penopang keberlanjutan swasembada beras juga tengah dirindukan petani. Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) mampu melahirkan benih tersebut.

Pada 13 Juli 2026, Bulog menggandeng Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) untuk mengolah 2 juta ton beras medium—cadangan beras pemerintah (CBP)—menjadi beras premium. Beras tersebut bakal diluncurkan dengan merek Beraskita.

Beraskita sebenarnya bukan merek baru yang dirilis Bulog. Sekitar satu setengah tahun lalu, tepatnya pada 10 Januari 2025, foto produk Beraskita premium telah terpampang di laman resmi Bulog bersama sejumlah produk lainnya.

Di laman tersebut, Bulog menginformasikan bahwa Beraskita merupakan beras kualitas premium produksi dalam negeri dengan tekstur pulen, memiliki kadar amilosa rendah dan amilopektin tinggi, serta bebas dari pemutih, pengawet dan pewangi. Beras tersebut hadir dengan berbagai ukuran kemasan, yakni 1 kilogram (kg), 5 kg, 10 kg, 20 kg, dan 25 kg.

Skema kerja sama akan dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan mitra penggilingan padi yang memenuhi standar kualitas di berbagai daerah.

Bahkan, di sejumlah akun instagram, seperti Bossfood dan salah satu pengelola Rumah Pangan Kita, Beraskita premium pernah diunggah pada 15 Juni 2025 dan 12 November 2025. Beraskita tersebut dibanderol masing-masing seharga Rp 73.000 dan Rp 74.500 per kemasan 5 kg.

Namun, keberadaan Beraskita di pasar beras nasional agaknya timbul tenggelam. Produksinya bergantung pada CBP, stok beras komersial, dan kondisi keuangan Bulog. Kini, di tengah sulitnya mendapatkan beras premium di toko-toko ritel modern, Beraskita bakal diproduksi besar-besaran.

Baca JugaBeras Premium Sulit Didapat, Beras Fortifikasi Menjamur Pesat

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, Bulog memperkuat kolaborasi dengan Perpadi untuk mengolah 2 juta ton CBP menjadi beras premium. Program itu merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sesuai arahan pemerintah.

Skema kerja sama akan dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan mitra penggilingan padi yang memenuhi standar kualitas di berbagai daerah. Melalui kolaborasi itu, Bulog akan mengoptimalkan proses pengolahan CBP menjadi beras komersial premium.

“Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh beras yang bersih, sehat, higienis, dan berkualitas,” ujarnya melalui siaran pers.

Sebelumnya, Bulog bersinergi dengan Perpadi dalam penyerapan gabah dan beras untuk memperkuat CBP. Hingga 13 Juli 2026, realisasi penyerapannya telah mencapai sekitar 3,35 juta ton setara beras atau sekitar 84 persen dari 4 juta ton yang ditargetkan pemerintah.

Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, Kamis (16/7/2026), menuturkan, Perpadi menyambut baik inisiatif Bulog. Saat ini, Perpadi tengah menunggu penetapan harga jual Beraskita premium dan biaya jasa pengolahan beras medium dari CBP menjadi beras premium.

“Kami berharap, harga jual Beraskita premium tidak memberatkan masyarakat. Kami juga menginginkan biaya jasa pengolahan CBP menjadi beras premium yang pas, alias saling menguntungkan kedua belah pihak,” tuturnya ketika dihubungi dari Jakarta.

Serial Artikel

Kutu Gunungan Beras RI dan Skandal Beras Thailand

Kebijakan pembelian gabah/beras secara masif di Thailand demi kesejahteraan petani dan menguasai pasar beras dunia pada 2014 justru menjadi skandal besar.

Baca Artikel
Harga terlanjur naik

Saat ini, lanjut Sutarto, Perpadi akan mendata biaya jasa produksi beras premium di setiap penggilingan padi. Ini mengingat ada penggilingan yang mengolah beras premium sejak dari gabah dan ada pula yang mengolahnya dari beras medium berbagai kualitas.

Perpadi juga tengah mendata para penggilingan padi yang mau dan mampu mengolah CBP menjadi beras premium. Syarat utamanya adalah mereka harus memiliki mesin pengolahan beras medium menjadi premium.

Sutarto juga berpendapat, Beraskita premium bisa menjadi solusi atas kekosongan beras premium di minimarket, supermarket, dan hipermarket. Belakangan ini, beras premium di jaringan ritel modern itu kerap kali tergantikan beras fortifikasi (bervitamin) yang harganya lebih mahal.

Kompas mencatat, harga berbagai merek beras fortifikasi yang beredar di jaringan ritel modern sekitar Rp 92.500-Rp 95.500 per kemasan 5 kg. Sementara harga beras premium dibanderol Rp 74.500 per kg.

Harga beras medium dan premium sudah terlanjur naik. Beras premium juga susah didapat. Mau tidak mau, Bulog harus menstabilkan harga beras medium sekaligus premium.

Menurut Sutarto, hal itu berakar dari tingginya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang mencapai sekitar Rp 7.000-Rp 8.000 per kg. Harga GKP yang tinggi membuat biaya produksi beras premium membengkak melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Jika sejak Mei 2026 (pascapanen raya padi musim tanam I) operasi pasar beras digulirkan secara lebih masif, maka harga beras medum dan premium akan lebih terkendali. Pemerintah juga tidak perlu menugasi Bulog mengisi kekosongan beras premium di jaringan ritel modern.

“Namun, nasi sudah menjadi bubur. Harga beras medium dan premium sudah terlanjur naik. Beras premium juga susah didapat. Mau tidak mau, Bulog harus menstabilkan harga beras medium sekaligus premium,” katanya.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, per 15 Juli 2026, harga rerata nasional beras medium di tingkat konsumen senilai Rp 13.837 per kg. Harga tersebut berada di atas rerata nasional HET beras medium, yakni Rp 13.500 per kg. Sejak awal Januari 2026, harga beras tersebut naik 1,69 persen.

Dalam periode perbandingan yang sama, harga rerata nasional beras premium tembus Rp 15.525 per kg, naik 1,46 persen sejak awal Januari 2026. Harga tersebut juga melampaui rerata nasional HET beras premium, yakni Rp 14.900 per kg.

Hal itu menyebabkan beras mengalami inflasi sepanjang enam bulan beruntun, yakni pada Januari 2026 hingga Juni 2026. Badan Pusat Statistik mencatat, tingkat inflasi tahunan beras pada Januari, Februari, Maret, April, Mei, dan Juni 2026 masing-masing sebesar 3,44 persen, 3,61 persen, 3,71 persen, 4,36 persen, 4,55 persen, dan 3,98 persen.

Benih padi IF20

Di tengah kondisi itu, AB2TI memberikan angin segar bagi keberlanjutan swasembada beras nasional. Wadah para petani di berbagai daerah di Indonesia itu melahirkan benih unggul padi IF 20 dengan produktivitas tinggi. Benih tersebut diluncurkan pada 7 Juli 2026 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Baca JugaIni Beras dan Benih Karya Petani!

Pengurus AB2TI, Masroni, mengatakan, berdasarkan hasil pengujian dan budidaya di lahan PT Sang Hyang Seri, produktivitas benih padi IF20 bisa mencapai 14 ton per hektar. Sementara di lahan petani mampu, produktivitas benih tersebut sekitar  9-10 ton per hektar.

Benih padi tersebut membutuhkan waktu 115 hari untuk siap dipanen, terhitung sejak pertama kali benih disemai. Selain produktivitasnya yang tinggi, benih padi IF20 juga menghasilkan beras berkualitas premium.

“Capaian tersebut menunjukkan potensi besar IF20 sebagai salah satu varietas unggul yang dapat meningkatkan hasil panen petani Indonesia. Kehadiran IF20 juga kian memperkuat kedaulatan benih nasional,” katanya.

Baca JugaMelestarikan Indonesia Heritage Rice

Ketua Umum AB2TI, Dwi Andreas Santosa, menegaskan peluncuran benih padi IF20 merupakan bagian dari perjuangan panjang AB2TI dalam mewujudkan kemandirian petani terhadap benih. Kemandirian tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan posisi tawar petani dalam sistem pertanian nasional.

“AB2Ti ingin petani berdaulat atas benih. Target kami adalah mencetak 10.000 petani yang memiliki kapasitas untuk memuliakan tanaman, merakit benih, dan menjadi penangkar benih,” kata Dwi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Sebut Stok Aman, tapi Akui Ada Panic Buying di Sumatera
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Bangunan 2 Lantai di Sunter Terbakar Diduga Akibat Korsleting, 7 Unit Damkar Dikerahkan
• 54 menit lalukompas.tv
thumb
Banjir Bintang! Tom Cruise Hingga IShowSpeed akan Ramaikan Final Piala Dunia 2026
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Warga di Depok Diteror Tetangga: Rumah Dilempar Sampah hingga Diancam Santet
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bansos PKH Cudah Cair Hari Ini? Simak Jadwal dan Besaran Dana yang Didapat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.