DPR Tepis Intervensi Emiten Bank BUMN, Pastikan Manajemen Risiko Tetap Jalan

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi XI DPR menepis isu yang menyebut penurunan harga saham bank-bank BUMN merupakan imbas dari intervensi pemerintah yang menggunakan Himbara demi kepentingan program prioritas nasional. 

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan seluruh penyaluran pembiayaan oleh bank-bank pelat merah, termasuk untuk mendukung ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tetap diwajibkan melalui prosedur komersial dan tahapan analisis risiko yang ketat.

“Kalau SPPG [Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi] dibiayai karena mereka selaku yayasan butuh kredit, itu bisa. Tapi dengan prosedur yang biasa,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan itu merespons kekhawatiran pelaku pasar modal terkait dengan independensi bank BUMN dalam menjaga likuiditas di tengah bergulirnya program strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Misbakhun menjelaskan, parlemen menerapkan pengawasan berlapis bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan portofolio kredit Himbara tetap aman dan mematuhi asas prudent banking. Langkah ini didukung oleh badan supervisi OJK guna membedah posisi risiko finansial secara mendalam.

“OJK pun saya minta untuk melaporkan posisi masing-masing bank, ada risikonya tidak di Himbara dan sebagainya. Jadi kami melakukan pengawasan,” ucapnya. 

Baca Juga

  • Debat Purbaya vs Komisi XI soal Penempatan Dana SAL Tak Perlu Izin DPR
  • DPR Desak Kemenhub Segera Atasi Macet Horror Ketapang-Gilimanuk
  • Bendung Capital Outflow, DPR Usul Orkestrasi Dana Jumbo BPJS hingga Danantara

Kendati DPR tidak menutup mata terhadap adanya ekses di lapangan, Misbakhun tetap meminta pelaku pasar untuk melihat dampak multiplier effect dari program-program ini terhadap perputaran ekonomi sektor riil di daerah.

Dari lantai bursa hingga pukul 10.55 WIB, Kamis (16/7), mayoritas harga saham Himbara mencatatkan penurunan sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengalami koreksi sebesar 16,47% YtD ke Rp4.260, diikuti BBRI yang melemah 22,13% ke Rp2.850, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 20,37% menjadi Rp3.470. Adapun, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) masih menguat 2,55% ke Rp1.205. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Abadi Blok Masela Dapat Ganti Untung
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Pulihkan Hubungan, Presiden Terpilih Kolombia Mau Buka Kedubes di Yerusalem
• 3 menit laludetik.com
thumb
Wamenko Otto Hasibuan: Pembaruan KUHP Kedepankan Keadilan Lebih Humanis
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bek Alumni Piala Dunia 2026 Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung Menuju Vietnam
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kemendagri Prioritaskan Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Demi Kesejahteraan
• 38 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.