Pihak kepolisian tengah mendalami kasus kematian misterius seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau residen spesialis anestesi di Kabupaten Siak, Riau. Jasad dokter tersebut ditemukan di area semak-semak di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.
Dikutip dari program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 16 Juli 2027, berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, pihak kepolisian menemukan adanya sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban. Kasubdit Penmas Polda Riau, AKBP Rudi Samosir, mengungkapkan bahwa terdapat luka berbentuk titik serta pembengkakan di bagian punggung tangan kiri korban. Selain itu, ditemukan pula luka memar pada bagian kepala yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul.
Meskipun ditemukan tanda-tanda kekerasan, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan final apakah merupakan korban pembunuhan. Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi resmi yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua minggu.
Baca Juga :
CCTV Rekam Detik Terakhir Dokter PPDS Sebelum Ditemukan Tewas di Semak-Semak SiakKronologi Penemuan Jasad
Jasad korban ditemukan pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 11:30 WIB. Penemuan ini berawal dari aksi penyisiran yang dilakukan oleh dua petugas keamanan rumah sakit dan seorang sopir ambulans. Mereka menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit setelah melakukan pemantauan melalui rekaman CCTV untuk mencari keberadaan korban.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan telah hilang kontak sejak Senin, 13 Juli 2026. Istrinya, yang juga merupakan tenaga medis di RSUD yang sama, sempat mencoba menghubungi ponsel korban berkali-kali namun tidak mendapatkan jawaban karena ponsel dalam keadaan tidak aktif.
Petunjuk dari Rekaman CCTV
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, mengonfirmasi identitas korban setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan rekaman CCTV milik rumah sakit, korban terakhir kali terlihat pada Senin, 14 Juli 2026 sedang berjalan kaki seorang diri menuju keluar area RSUD melalui pintu pos jaga dua.
Kematian korban meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan keluarga. Hingga saat ini, area penemuan jasad masih dipasangi garis polisi sementara penyelidikan terus berlanjut guna mengungkap penyebab pasti kematian dokter residen tersebut.




