Menteri Jumhur Hidayat: Jatim Ranking 1 dalam Menjaga Lingkungan dan Mengelola Sampah

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menyebut Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendapat penilaian ranking 1 dari Kementerian LH dalam menjaga lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.

"Kehadiran saya di sini memberikan endorsement atas prestasi hasil kerja Provinsi Jawa Timur dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah, agar bisa diikuti provinsi lainnya," kata Menteri Jumhur saat mengunjungi lokasi Program Adiwiyata dan SIKAP SMAN 1 Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).

BACA JUGA: Daftar 23 Permohonan Uji Materi yang Diputus Mahkamah Konstitusi Hari Ini

Jumhur mengatakan kunjungan kerjanya ke provinsi itu dalam rangka mengapresiasi langkah Pemprov Jatim menjaga lingkungan hidup dan mengelola sampah sehingga mendapatkan penilaian ranking 1 dari KLH.

Menurut Menteri Jumhur, apa yang sudah dilakukan Pemprov Jatim memberikan contoh baik bagi seluruh masyarakat.

BACA JUGA: Kader Demokrat Aceh Kirim Surat Terbuka ke AHY, Ungkap Dugaan Intervensi Menjelang Musda

"Ini menjadi contoh baik bagi provinsi lain agar tidak abai dan bisa memperbaiki diri dalam hal menjaga lingkungan dan mengelola sampah di wilayahnya," kata Jumhur.

Dalam kunjungan kerja ke Jatim, Menteri Jumhur Hidayat menyempatkan diri mengunjungi sekolah berprestasi yang berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata dari KLH.

"KLH ada program bernama Adiwiyata, yakni memberikan penilaian terhadap sekolah yang peduli dan mengedukasi menjaga lingkungan hidup dengan baik," ucapnya.

Adapun kriteria penilaian yang dilakukan KLH adalah apa yang dilakukan sekolah dalam mengedukasi soal lingkungan dilakukan secara mandiri.

"Sehingga sekolah inilah yang terpilih sebagai sekolah yang terbaik di Indonesia dan layak mendapatkan Adiwiyata Mandiri," ungkap Jumhur.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan SMAN 1 Gresik berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri di bidang lingkungan hidup karena sukses mengembangkan sikap inisiatif peduli terhadap lingkungan hidup.

Sekolah ini juga berhasil mengembangkan potensi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Yakni, dengan lahan dan fasilitas yang terbatas, SMAN 1 Gresik mampu mengajarkan para siswa untuk melaksanakan pilot project bercocok tanam dan peternakan.

Hasil dari aktivitas di SMAN 1 Gresik ini berjalan hingga hilirisasinya, di mana ada produk-produk yang dihasilkan bisa dimasak atau dikemas dalam bentuk makanan frozen.

"Ketika kita bercerita tentang ketahanan pangan, selama ini perspektif masyarakat harus dengan hamparan wilayah yang luas, tetapi ternyata kita bisa melakukan itu di lahan yang terbatas," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, keberhasilan sekolah SMAN 1 Gresik ini meraih Adiwiyata Mandiri menjadi referensi bagi semua institusi, bukan hanya untuk sekolah lain tetapi bagi semua masyarakat.

"Jadi, kalau ada lahan, ayo menanam apa saja yang bisa ditanam, bisa pertanian, peternakan atau perikanan," ujar Khofifah.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun
• 7 jam laludetik.com
thumb
Harmonisasi Fiskal dan Moneter demi Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
10 Emiten Teratas dalam Daftar Saham HSC yang Dipantau BEI, Siapa Paling Dominan?
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Komdigi Siapkan 4 Strategi Tutup Kesenjangan AI, dari Sekolah hingga ASN
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Topan “Bavi” Membawa Hujan Lebat ke Wilayah Utara Tiongkok, Banyak Daerah Dilanda Banjir Parah
• 8 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.