Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional.
"Ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya dikutip di Jakarta.
Proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas, dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Prasetyo mengatakan proyek tersebut akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998.
Menurut dia, hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang direncanakan.
Ia menambahkan berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir 2026.
Kilang LNG Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur.
Baca juga: Polda Maluku pastikan keamanan kunjungan Presiden ke Blok Masela
Kehadiran proyek itu juga diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta membuka kesempatan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
"Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage sejak tahap pengembangan," kata Mensesneg.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah mengembangkan sektor energi yang berdaya saing sekaligus lebih ramah lingkungan untuk mendukung transisi energi nasional.
Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), proyek tersebut diperkirakan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sekitar 137,7 miliar dolar AS hingga tahun 2055.
Proyek itu juga diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi serta meningkatkan pendapatan negara dan daerah.
Pemerintah menegaskan pengembangan proyek strategis nasional akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembangunan sektor energi juga diarahkan untuk meningkatkan produksi nasional, memperkuat industri, memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Bahlil pastikan konstruksi proyek Masela dimulai pada 2027
Baca juga: Bahlil pastikan percepatan Blok Masela untuk ketahanan energi nasional
"Ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya dikutip di Jakarta.
Proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas, dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Prasetyo mengatakan proyek tersebut akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998.
Menurut dia, hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang direncanakan.
Ia menambahkan berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan sesuai jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir 2026.
Kilang LNG Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur.
Baca juga: Polda Maluku pastikan keamanan kunjungan Presiden ke Blok Masela
Kehadiran proyek itu juga diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta membuka kesempatan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
"Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage sejak tahap pengembangan," kata Mensesneg.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah mengembangkan sektor energi yang berdaya saing sekaligus lebih ramah lingkungan untuk mendukung transisi energi nasional.
Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), proyek tersebut diperkirakan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sekitar 137,7 miliar dolar AS hingga tahun 2055.
Proyek itu juga diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi serta meningkatkan pendapatan negara dan daerah.
Pemerintah menegaskan pengembangan proyek strategis nasional akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembangunan sektor energi juga diarahkan untuk meningkatkan produksi nasional, memperkuat industri, memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Bahlil pastikan konstruksi proyek Masela dimulai pada 2027
Baca juga: Bahlil pastikan percepatan Blok Masela untuk ketahanan energi nasional





