Bisnis.com, BATUSANGKAR - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, memastikan tidak ada penolakan dari masyarakat terkait pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi yang akan melewati wilayah Tanah Datar.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, saat ini PT Hutama Karya (Persero) tengah mematangkan kembali trase untuk Tol Sicincin-Bukittinggi dan ada wilayah Kecamatan X (sepuluh) Koto dengan panjang sekitar 18,3 kilometer (km), akan dilintasi untuk Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi.
“Kami telah menyosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku adat tentang trase yang melewati Kecamatan X Koto. Sejauh ini mereka menerima dan mendukung proyek ini,” katanya, Kamis (16/7/2026).
Dia menjelaskan dari sosialisasi dengan masyarakat itu, ada dua poin penting yang menjadi harapan masyarakat, pertama trasenya itu tidak melewati bangunan Rumah Gadang (rumah adat Minangkabau), dan kedua jangan sampai melewati pemakaman.
“Permintaan masyarakat ini telah saya sampaikan ke Hutama Karya yang dalam hal ini merancang trase nantinya. Intinya masyarakat Tanah Datar mendukung adanya jalan tol yang melintasi desanya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Dedie Tri Wahyudi berharap seluruh pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi karena dinilai akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumbar.
Baca Juga
- Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi dari Desa Kubang Putih Bakal Lanjut
- Hutama Karya Percepat Pengerjaan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi
- Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, Memasuki Seksi Sicincin - Bukittinggi Sumbar
"Saya berharap seluruh bupati dan wali kota yang wilayahnya dilalui trase jalan tol memberikan dukungan penuh. Pembangunan ini akan mendorong kemajuan perekonomian masyarakat Sumbar, dan merupakan wujud kecintaan kita terhadap daerah," ucap dia.
Meski demikian, Dedie mengingatkan agar pelaksanaan pembangunan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, termasuk menghindari alih fungsi kawasan hutan.
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi menyampaikan, pembangunan jalan tol harus tetap memperhatikan nilai-nilai adat, sosial, dan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat.
"Kami, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, mendukung penuh pembangunan jalan tol ini. Namun, pembangunan jangan sampai mengesampingkan kearifan lokal yang sudah ada, baik adat, sosial maupun budaya," katanya.
Oleh karena itu, dia berharap sesuai dengan arahan gubernur Sumbar bahwa untuk pemetaan trase perlu dilakukan secara detail, sebelum tahapan berikutnya agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta berbagai persoalan yang berpotensi muncul dapat diselesaikan sejak dini.





