Sejumlah Daerah Kesulitan Gaji PPPK, Mendagri: Sudah Efisiensi Belum?

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Mendagri menyoroti sejumlah daerah yang mengaku sudah tidak mampu lagi membayar gaji bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayahnya.

Sejumlah Daerah Kesulitan Gaji PPPK, Mendagri: Sudah Efisiensi Belum? (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti sejumlah daerah yang mengaku sudah tidak mampu lagi membayar gaji bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayahnya.

Tito menyampaikan, Kemendagri belum mau memberikan sikap tertentu terkait kondisi tersebut. Dia justru ingin membedah terlebih dahulu APBD dari daerah-daerah yang mengaku tak kuat membayar gaji PPPK.

Baca Juga:
Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian PPPK Imbas Efisiensi Anggaran

"Kita mau melihat daerah-daerah yang yang yang menyampaikan bahwa tidak mampu membayar gaji misalnya, ntar dulu dong kita akan bedah dulu APBD-nya. Sudah melakukan efisiensi belum?" kata Tito di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dia menungkapkan ada contoh daerah yang mampu bayar gaji PPPK dengan melakukan efisiensi anggaran di daerahnya. Sehingga, kata Tito, semua daerah sebenarnya bisa melakukan hal serupa.

Baca Juga:
Belanja Pegawai Daerah Dibatasi, Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK PPPK

"Ada daerah-daerah yang sudah melakukan efisiensi seperti Kabupaten Lahat, mengurangin biaya perjalanan dinas, mengurangin biaya rapat dan mengurangin biaya perawatan pemeliharaan yang berlebihan, bisa menghemat sampai Rp400 miliar sehingga bisa membayar belanja pegawai," ujarnya.

Di sisi lain, Tito juga mendorong setiap pemerintah daerah untuk bisa melakukan terobosan-terobosan salam rangka mendapatkan pendapatan bagi daerahnya, tanpa memberatkan rakyat.

Baca Juga:
Fiskal Sejumlah Daerah Terbatas, DPR RI Usul Gaji PPPK Pakai APBN

"Ada yang bisa melakukan itu contohnya Walikota Pekanbaru di tahun sebelumnya PAD mereka Rp800 miliar, dengan mempermudah apa namanya tuh pembayaran pajak dan retribusi sistemnya dia permudah dan melakukan sosialisasi, itu bisa mendapatkan PAD Rp1,2 triliun, dapat tambahan Rp400 miliar. Kan otomatis dia akan lebih mudah untuk untuk membayar pegawai maupun buat program-program lain," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, bagi daerah-daerah yang mengalami kesulitan, Kemendagri akan melihat terlebih dahulu apakah sudah melakukan efisiensi dan berupaya menambah PAD di daerahnya atau belum.

"Kalau seandainya sudah dilakukan dua-duanya, mungkin perlu ada top up dari dari pemerintah pusat misalnya DBH, Dana Bagi Hasil yang mungkin belum dibayarkan oleh Kementerian Keuangan ya kita kita usulkan kepada kementerian keuangan untuk dibayarkan ke daerah itu supaya mereka bisa membayar pegawainya," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Turis China dan Australia Cekcok di Pulau Padar, Berawal dari Buang Sampah
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Jelang Tampil di Piala Presiden 2026, Adam Alis Akui Chemistry Pemain Persib Makin Bagus
• 8 jam lalubola.com
thumb
Asing Borong Saham Rp 1,01 T di Sesi I, BMRI hingga ADRO Jadi Incaran
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Inggris Gagal ke Final! Argentina Menang Dramatis 2-1 Lewat Gol Injury Time
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Studi: Orang yang Royal pada Pasangan Cenderung Lebih Bahagia, Ini Penjelasannya
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.