Waste to Energy Jadi Harapan Baru, Metro TV Siap Kawal Transformasi Pengelolaan Sampah

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Persoalan sampah di Indonesia tak lagi hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga telah berkembang menjadi tantangan bagi kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, hingga penyediaan energi.
 
Melihat kondisi tersebut, Metro TV menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan teknologi Waste to Energy (WtE) sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung transisi energi nasional.
 
Komitmen tersebut disampaikan President Director Metro TV, Arief Suditomo, dalam forum Waste To Energy Talks 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga investor guna membahas percepatan implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia.
  Baca juga:  Hati-Hati Bupati Buang Sampah Sembarangan Bisa Dipenjara ! Sampah Bukan Lagi Sekadar Masalah Lingkungan Arief mengatakan persoalan sampah telah berkembang menjadi masalah multisektoral yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Menurutnya, jutaan ton sampah domestik terus menumpuk setiap tahun tanpa penyelesaian yang optimal, terutama pada tahap pengelolaan akhir.

"Sampah telah mengancam ketahanan lingkungan, kesehatan publik, dan secara tidak langsung ketahanan pangan kita," kata Arief dalam sambutannya pada acara Waste To Energy Talks 2026 di Melati Glass House, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
 
Menurutnya, sudah saatnya Indonesia mengadopsi pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mampu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Waste to Energy Dinilai Mampu Menjawab Dua Tantangan Sekaligus Dalam kesempatan tersebut, Arief menjelaskan bahwa tema besar Waste to Energy dipilih karena teknologi ini mampu memberikan manfaat ganda bagi Indonesia.
 
Teknologi WtE dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan di tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi bersih yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
 
"Kedua, menghasilkan energi bersih yang terbarukan guna mendukung transisi energi nasional," papar dia.
 
Arief menegaskan Metro TV tidak hanya berperan sebagai media yang menyampaikan informasi kepada publik. Lebih dari itu, Metro TV ingin menjadi penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga penyedia pembiayaan agar implementasi teknologi Waste to Energy dapat berjalan lebih cepat.
 
"Kami ingin menjadi jembatan yang menghubungkan pengambil kebijakan di tingkat pusat, eksekutor di tingkat daerah, dan juga para penyedia kapital," ujar dia.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Darurat Antrean Panjang di SPBU Medan
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
DJPb Salurkan Tunjangan Guru ASN Daerah Rp1,37 Triliun kepada 63 Ribu Guru di NTT
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Siapkan RUU Kawasan Industri, Apa Intensi Pemerintah?
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Geger Wanita Ditemukan Tinggal Kerangka di Sukabumi Ternyata Korban Pembunuhan
• 17 jam laludetik.com
thumb
Gulkarmat Jaktim tangani kebakaran rumah di Cipayung
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.