Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan biaya kuliah, modal usaha, serta dukungan beasiswa kepada seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang membiayai pendidikannya dengan berkeliling menjual mochi saat menghadiri kuliah umum di Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/7/2026).
Perjuangan Mahasiswa Mengundang PerhatianMomen tersebut terjadi dalam Kuliah Umum Kementerian Pertanian bertajuk Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan ketika mahasiswa itu mengajukan pertanyaan mengenai kelangkaan tepung ketan yang sempat menyulitkan pelaku usaha kecil.
Setelah mengetahui mahasiswa tersebut berjualan mochi untuk membiayai kuliah, Amran menghentikan pembahasan dan menanyakan modal usaha serta keuntungan yang diperoleh setiap hari.
Mahasiswa itu menjelaskan modal usahanya sekitar Rp50 ribu per hari dengan keuntungan sekitar Rp200 ribu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membayar biaya pendidikan.
"Kalau anak ini berhasil itu karakternya kuat, sangat kuat untuk membantu orang kecil. Itulah hikmahnya kalau ada orang berjuang dari bawah. Kenapa? Dia tahu denyut nadi kemiskinan di Republik Indonesia," ungkap Amran.
Sebagai bentuk apresiasi, Amran memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta dari dana pribadinya, kemudian menyerahkan tambahan Rp5 juta untuk ibu mahasiswa tersebut.
Mentan juga meminta Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa memberikan beasiswa hingga mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikannya.
"Siap bapak," ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa.
Amran menegaskan apabila mekanisme perusahaan tidak memungkinkan pemberian beasiswa, bantuan pendidikan akan ditanggung melalui yayasan yang dipimpinnya hingga mahasiswa tersebut lulus.
Motivasi untuk Terus BerjuangDalam kesempatan itu, Amran mengingatkan mahasiswa agar tidak menyerah menghadapi kesulitan dan terus menjalankan usaha yang halal sambil menyelesaikan pendidikan.
Ia juga membagikan pengalaman hidupnya yang pernah bekerja serabutan, berjualan ikan dan beras, hingga menginap di masjid saat merantau ke Jakarta sebelum dipercaya menjadi Menteri Pertanian.
Amran berpesan agar mahasiswa tersebut terus menghormati orang tua, menjunjung kejujuran, serta tidak mengambil hak orang lain, bahkan siap memberikan benih apabila mahasiswa itu memiliki lahan untuk bertani.
Suasana kuliah umum kembali menjadi haru ketika mahasiswa tersebut menerima bantuan modal, beasiswa hingga lulus, serta pelukan dari Amran sebagai bentuk dukungan atas perjuangannya.
Pada sesi yang sama, seorang mahasiswa lain menyerahkan buku hasil karyanya kepada Mentan.
"Ini luar biasa. Anak muda sudah menghasilkan karya. Kami peduli pada generasi muda karena yang akan mengantar Republik Indonesia menjadi negara superpower adalah mereka. Kita hanya menyiapkan karpet merah," kata Amran.
Sebagai bentuk apresiasi, Amran juga memberikan bantuan uang tunai Rp5 juta agar buku tersebut dapat diterbitkan lebih banyak dan dibagikan kepada peserta sebagai inspirasi bagi mahasiswa lainnya.




