Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap anggapan yang meremehkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang malas.
Dalam sambutannya pada groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela, Prabowo menegaskan bahwa stigma tersebut sama sekali tidak mencerminkan kenyataan di lapangan, karena jutaan rakyat Indonesia bekerja keras setiap hari demi menghidupi keluarganya.
Berbicara secara virtual dalam acara groundbreaking LNG Abadi Masela di Laut Arafuru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7), Prabowo mengatakan, masih ada pihak-pihak yang memandang rendah kemampuan bangsa Indonesia.
“Memang ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh bangsa Indonesia, yang selalu mengejek bangsa Indonesia di belakang punggung kita,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, karakter masyarakat Indonesia yang dikenal ramah dan terbuka justru kerap disalahartikan sebagai kelemahan.
Bahkan, muncul anggapan bahwa masyarakat Indonesia adalah bangsa yang santai dan tidak memiliki etos kerja.
“Memang mungkin karena kebaikan bangsa Indonesia, keramah-tamahan, bahwa bangsa kita begitu ramah, kita dinilai lemah,” ujarnya.
Prabowo secara tegas membantah stereotip tersebut. Ia menilai masyarakat Indonesia justru bekerja keras setiap hari dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga perikanan, bahkan dengan mempertaruhkan keselamatan mereka.
“Kita dibilang bangsa yang santai, kita dibilang bangsa yang malas, bahwa rakyat Indonesia, para pribuminya hobinya tidur. Padahal rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak,” tegasnya.
Presiden menggambarkan beratnya perjuangan masyarakat pesisir yang melaut demi mencari nafkah. Menurutnya, pekerjaan tersebut bukan hanya menuntut tenaga, tetapi juga mempertaruhkan nyawa.
“Mereka yang berlayar di laut mencari makan, mencari ikan itu mempertaruhkan nyawa. Di mana-mana rakyat kita kerja keras. Tapi kalau iklim itu begitu panas, ya kearifan nenek moyang mengajarkan kita hindari panas pada saat terik matahari,” katanya.
Prabowo juga menekankan bahwa banyak pihak tidak melihat bagaimana masyarakat Indonesia memulai aktivitas sejak dini hari dan baru kembali ke rumah ketika malam tiba.




