JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Desa Rambung Merah, Siantar, Simalungun, Sumatera Utara, Tumpal H Sitorus, mengaku kesulitan menyediakan lahan untuk membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Hal tersebut disampaikan Tumpal saat bertanya kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dalam Seminar Nasional KDKM di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
"Saya mau sampaikan Pak, satu hal. Kita tidak punya lahan untuk pembangunan gudang dan gerai. Bagaimana Pak? Sementara dana desa kita kan sudah dialihkan," kata Tumpal.
Ia menuturkan, pemerintah desa sempat berupaya mencari solusi dengan memanfaatkan aset desa yang ada.
Baca juga: Mendes: Prabowo Tidak Pernah Potong Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih
Namun, langkah tersebut justru memicu konflik dengan warga setempat.
"Pernah kita coba menyodorkan tanah lapang desa, malah kita didemo oleh masyarakat, sampai ada laporan pengaduan ke polisi Pak. Sampai sekarang belum selesai," ujar dia.
Menanggapi hal itu, Ferry mengatakan, pemerintah akan mengkaji berbagai opsi penyediaan lahan bagi desa yang mengalami kendala serupa.
Menurut dia, pembangunan fisik KDKMP tidak harus menggunakan tanah milik desa, tetapi juga bisa memanfaatkan aset milik pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, maupun BUMN.
Baca juga: Dirut Agrinas Minta Maaf soal Keluhan Gaji Pengelola Kopdes: Itu Murni Kesalahan Kami
"Kita kan ada milik desa, ada milik-milik aset pemerintah kabupaten-kota, milik provinsi, atau milik BUMN. Jadi, nanti kita akan carikan daerah yang di desa apa tadi itu aset-aset dari yang lain gitu," ucap Ferry.
Ferry memastikan pihaknya bersama Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara akan berkoordinasi untuk mencari solusi penyediaan lahan agar program Koperasi Desa Merah Putih tetap dapat berjalan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang