ESDM Respons Kabar Minyak Rusia Masuk RI, Disiapkan untuk Cadangan Energi

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi kabar terkait minyak mentah (crude) asal Rusia sudah tiba di Indonesia.

Bloomberg pekan lalu melaporkan bahwa 770 ribu barel crude asal Rusia telah dikirim dari Kozimo Rusia menggunakan kapal tanker Sierra pada 29 Juni. 

Berdasarkan data kepabeanan yang dihimpun Big Trade Data, nilai impor crude ini mencapai US$ 75 juta. Minyak tersebut dikirim ke Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Kami cek dahulu apakah minyak itu dari Rusia dan beserta jumlahnya,” kata Yuliot saat ditemui di kompleks DPR RI, Kamis (16/7).

Dia menyebut pelaksanaan impor minyak dari Rusia dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Badan tersebut memang BLU sektor energi yang bisa melakukan kerja sama pengadaan minyak antar negara.

“Itu akan menjadi (bagian dari) cadangan penyangga energi nasional,” ujarnya.

Dalam Perpres Nomor 96 Tahun 2024 pasal 2 disebutkan bahwa CPE dibuat dengan tujuan untuk menjamin ketahanan energi nasional, mengatasi krisis energi dan darurat energi, serta untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

Dia menyampaikan karena minyak tersebut digunakan sebagai CPE, maka hanya disimpan tanpa melalui proses pengolahan. Yuliot enggan menyebutkan dimana lokasi penyimpanan CPE itu akan dilakukan.

Bloomberg menyebut pengiriman ke Balikpapan ini merupakan transaksi pertama yang dilakukan setelah kedua negara mencapai kesepakatan impor pada April lalu. Langkah ini menjadi indikasi bagaimana Moskow memanfaatkan konflik Iran untuk memperluas basis pelanggannya.

Pembelian minyak mentah Rusia telah menjadi sorotan sejak invasi mereka ke Ukraina pada awal 2022. Hal ini mendorong negara-negara Eropa hingga Amerika Serikat memberlakukan berbagai pembatasan guna menekan pendapatan Moskow dan mengakhiri perang.

Lonjakan harga minyak akibat perang Iran justru menjadi keuntungan bagi Rusia dalam hal tersebut. Pengiriman ke Indonesia ini merupakan yang pertama sejak kesepakatan pasokan hingga 150 juta barel dicapai setelah kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Moskow.

Indonesia sebenarnya pernah mengimpor minyak mentah Rusia sebelumnya. Data pelacakan kapal tanker menunjukkan adanya arus pengiriman secara sporadis pada tahun ini maupun tahun lalu. Pasokan tersebut umumnya berasal dari pesisir timur Rusia yang memproduksi jenis minyak seperti Sakhalin dan ESPO Blend.

Berdasarkan data kepabeanan, eksportir pengiriman tersebut adalah Silkroute Shipping & Chartering Pte, perusahaan yang berbasis di Singapura.

Perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Silkroute juga tampaknya tidak memiliki situs web, dan tidak mencantumkan informasi kontak dalam daftar publik perusahaan yang terdaftar di Singapura.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama! 
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Likuiditas Mengetat, BTN Turunkan Target Pertumbuhan Kredit Jadi 8-10 Persen
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Buka Opsi MBG Lewat Kantin Sekolah, BGN Diminta Kaji Selama Sebulan
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan
• 23 jam laludetik.com
thumb
Empat Pengeroyok Petugas Jaga Perlintasan KA di Garut Berhasil Ditangkap
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.