Pasar Kripto Masih Sideways, Produk Futures Bisa Jadi Alternatif

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Instrumen perdagangan derivatif atau futures dapat menjadi salah satu alternatif strategi bagi trader dalam menghadapi kondisi pasar kripto yang masih bergerak sideways.

Kehadiran instrumen tersebut dinilai memberi fleksibilitas lebih besar untuk memanfaatkan peluang baik saat harga aset menguat maupun melemah.

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan setiap fase pasar menghadirkan karakteristik dan peluang yang berbeda sehingga pelaku pasar membutuhkan strategi investasi yang lebih adaptif.

"Melalui Bittime Futures, kami ingin memberikan alternatif bagi trader Indonesia untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel, dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Peluncuran layanan Bittime Futures dilakukan pada Rabu (15/7/2026) setelah perusahaan memperoleh izin dari PT Central Finansial X (CFX).

Ryan menjelaskan kehadiran layanan futures melengkapi ekosistem investasi Bittime yang sebelumnya telah menyediakan perdagangan spot dan staking. Dengan demikian, pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan strategi investasi aset kripto dalam satu platform.

Baca Juga

  • Dompet Digital hingga Aset Kripto Sulitkan APH Lacak Pelaku Judol
  • CFX Incar Pertumbuhan Transaksi Kripto Lewat Ekspansi Produk Derivatif
  • Bittime Luncurkan 49 Aset Kripto Derivatif, Bidik Investor Domestik

Pada tahap awal, Bittime Futures menyediakan perdagangan 49 pasangan aset kripto dengan leverage hingga 25 kali. Pengguna juga dapat memilih skema Cross Margin maupun Isolated Margin sesuai profil risiko masing-masing.

Sebelum mengakses fitur tersebut, seluruh pengguna diwajibkan mengikuti knowledge test sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi serta perlindungan konsumen.

Peluncuran layanan tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar kripto yang masih cenderung bergerak mendatar dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data CoinMarketCap per Rabu (15/7/2026), harga Bitcoin memang naik 3,39% dalam 24 jam terakhir dan menguat 2,75% dalam sepekan. Namun, selama satu bulan terakhir pergerakannya masih berada pada kisaran US$59.000 hingga US$66.000, mencerminkan pasar yang relatif stagnan.

Dalam kondisi tersebut, Bittime menilai instrumen futures dapat dimanfaatkan investor untuk menyusun strategi yang lebih beragam dibandingkan hanya mengandalkan perdagangan spot.

Sementara itu, Direktur PT Central Finansial X (CFX) Lukas Lauw mengatakan kehadiran instrumen derivatif menjadi bagian penting dalam memperdalam pasar aset kripto nasional karena memberikan pilihan strategi investasi sekaligus sarana manajemen risiko yang lebih komprehensif.

"Instrumen derivatif merupakan bagian penting untuk pendalaman pasar, karena memberikan opsi manajemen risiko dan strategi investasi yang lebih komprehensif bagi konsumen. Kami menyambut baik langkah inovatif dari anggota bursa dan berharap peluncuran layanan derivatif oleh Bittime ini dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik, tentunya dengan tetap menjadikan tata kelola, integritas pasar, dan pelindungan konsumen sebagai prioritas utama," ujar Lukas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saut Situmorang Kritik Sikap Pimpinan KPK di Kasus Eks Jampidsus: Anda Bukan Polisi Lagi | SATU MEJA
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Cinta Laura Kenang Momen Salah Duduk di Emmy Awards Bareng Michael Johnston
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Strategi Hadapi Tantangan Ekonomi, Arsjad Rasjid: Hanya Satu Kata Agility
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Terlilit Utang Pinjol hingga Bank Keliling, Warga Resah Banyak Debt Collector Berdatangan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Brida Kalsel dan Kementerian Hukum Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual untuk Lindungi Hasil Riset dan Inovasi Daerah
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.