SIAK, KOMPAS.TV - Hasil autopsi terhadap dokter mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yang tewas di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, menemukan adanya luka berbentuk titik.
Selain itu, hasil autopsi juga menemukan adanya pembengkakan pada tangan kiri, serta memar di bagian kepala korban akibat kekerasan benda tumpul.
Sedangkan sejumlah luka pada leher, dada, perut, punggung, dan lengan diduga terjadi setelah korban meninggal dunia.
Baca Juga: Misteri Kematian Dokter PPDS di Semak Belukar, Otopsi Ungkap Luka di Kepala dan Tangan!
Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi dan toksikologi forensik untuk melengkapi penyelidikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, menyebut pihaknya telah memeriksa lima saksi terkait kematian korban.
Kelimanya adalah petugas keamanan, sopir, pegawai rumah sakit yang menemukan jenazah, serta rekan dan pembimbing korban di RSUD Tengku Rafian Siak.
“Kita telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi terhadap lima orang, yaitu security dan sopir dan pegawai rumah sakit yang menemukan jenazah,” tuturnya, Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan, meski proses autopsi telah selesai dilakukan, dokter forensik belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
“Telah selesai dilaksanakan otopsi, namun dokter forensik belum bisa memastikan penyebab dari kematian, karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel yang harus dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik,” ucapnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- dokter ppds tewas
- dokter ppds di siak
- kabupaten siak
- polres siak
- siak





