Bola.com, Jakarta - Kompetisi Super League 2026/27 bakal makin menegaskan transformasi taktikal. Kiblat sepak bola Indonesia perlahan mulai bergeser dari tanah Brasil menuju daratan Eropa, tepatnya Portugal dan Belanda.
Selama bertahun-tahun, pelatih asal Negeri Samba menjadi opsi utama bagi banyak klub tanah air karena kecocokan gaya permainan. Namun, tren tersebut belakangan semakin ditinggalkan. Kesuksesan Bernardo Tavares bersama PSM Makassar pada musim 2021/22, menjadi pembuka jalan.
Setelahnya, Persib Bandung mengunci tiga gelar beruntun bersama pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak. Pelatih asal Eropa dinilai lebih cocok dengan perkembangan sepak bola modern.
Pendekatan taktikal yang cair dan adaptif mampu memberikan keseimbangan permainan sepanjang musim. Walau begitu, pelatih asal Brasil juga tak sepenuhnya kehilangan tempat. Fabio Lefundes (Borneo FC) dan Mauricio Souza (Persija Jakarta) tetap memberikan warna sepanjang musim lalu.




