Bisnis.com, PALEMBANG — PT Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Palembang–Betung ruas Keramasan–Betung dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Kehadiran ruas tol sepanjang sekitar 69 kilometer tersebut diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari Keramasan menuju Betung dari sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam.
Executive Vice President Divisi Pembangunan Jalan Tol Hutama Karya Dwi Aryono Bayuwaji mengatakan percepatan penyelesaian konstruksi terus dilakukan seiring progres fisik yang telah mendekati tahap akhir di sebagian besar seksi.
"Jika ruas Seksi 1 sampai Seksi 3 sepanjang sekitar 69 kilometer ini sudah beroperasi, waktu tempuh dari Keramasan ke Betung yang biasanya sekitar tiga jam dapat dipangkas menjadi kurang lebih satu jam. Ini bukan hanya bermanfaat bagi angkutan logistik, tetapi juga kendaraan pribadi dan mobilitas masyarakat secara umum,” jelasnya usai mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Kamis (16/7/2026).
Menurut Dwi, perusahaan menargetkan ruas Keramasan–Betung sudah dapat difungsionalkan pada momentum Nataru.
Dengan demikian, pada arus mudik dan balik Lebaran tahun depan pun kondisi ruas tersebut diharapkan sudah lebih siap melayani pengguna jalan.
Dia menjelaskan, progres konstruksi Seksi 1 telah mencapai sekitar 92%, Seksi 2 sekitar 93%, dan Seksi 3 sekitar 73%. Adapun progres pembebasan lahan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 94%.
Baca Juga
- Proyek Tol Palembang-Betung & Betung-Tempino-Jambi Dikebut, Ini Progresnya
- Konstruksi Jalan Tol Palembang-Betung Capai 81,99%, Cek Detailnya!
- Tol Palembang-Betung Dibuka Fungsional 13-29 Maret 2026
Meski demikian, penyelesaian proyek masih menghadapi kendala pada interchange Pangkalan Balai yang menyisakan sekitar 22 bidang tanah yang belum bebas.
Titik tersebut menjadi kunci karena menghubungkan jalan tol dengan jaringan jalan nasional.
“Main road pada dasarnya sudah siap, tetapi tanpa koneksi ke jalan nasional ruas tersebut belum bisa dioperasikan secara penuh,” tutur dia.
Dwi menambahkan, Jembatan Musi yang menjadi salah satu struktur utama pada proyek tersebut juga telah menyelesaikan tahapan pengujian.
"Jembatan Musi ini merupakan salah satu jembatan tol terpanjang. Bentang tengahnya sekitar 380 meter, dengan panjang pendekat sekitar 1,3 kilometer sehingga total panjangnya sekitar 1,8 kilometer. Jembatan ini sudah menjalani uji beban pada awal Juli dan sertifikat hasil uji juga sudah diterbitkan,” pungkasnya.





