Gol Menit-menit Akhir Argentina Jadi Senjata Mematikan di Piala Dunia 2026

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, ATLANTA – Lawan boleh unggul lebih dahulu. Namun, Argentina selalu menemukan cara untuk bangkit. Menit-menit akhir justru menjadi senjata paling mematikan La Albiceleste. Statistik Piala Dunia 2026 membuktikan dominasi tersebut.

Argentina kembali menunjukkan mental juara saat menyingkirkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih dahulu, pasukan Lionel Scaloni sukses membalikkan keadaan dan menang 2-1 untuk memastikan tiket ke partai final.

Inggris membuka keunggulan melalui Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina merespons dengan cara yang sudah berulang kali mereka lakukan sepanjang turnamen. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat gol dramatis pada menit ke-90+2.

Hasil tersebut membawa Argentina melaju ke final untuk menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0.

Di balik keberhasilan itu, terdapat statistik yang menggambarkan betapa tajamnya lini serang Argentina sepanjang Piala Dunia 2026. Hingga menjelang partai final, La Albiceleste telah mencetak 19 gol, jumlah terbanyak yang dicatatkan sebuah tim dalam satu edisi Piala Dunia sepanjang abad ke-21.

Produktivitas tersebut juga menjadi rekor baru bagi Argentina sendiri. Koleksi 19 gol melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya, yakni 18 gol pada Piala Dunia edisi perdana tahun 1930.

Yang membuat catatan itu semakin menarik adalah waktu terciptanya gol-gol Argentina. Tim asuhan Lionel Scaloni terbukti sangat berbahaya ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Dari total 19 gol yang telah dibukukan, delapan gol lahir pada rentang menit ke-75 hingga menit ke-90. Selain itu, empat gol lainnya tercipta pada masa tambahan waktu atau babak perpanjangan, menunjukkan kemampuan Argentina menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir.

Salah satu contoh paling jelas terjadi saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar. Dalam laga yang berakhir 3-2 tersebut, Argentina mencetak tiga gol penentu melalui Cristian Romero pada menit ke-79, Lionel Messi pada menit ke-83, dan Enzo Fernandez pada menit ke-90+3.

Pola serupa kembali terlihat ketika menghadapi Inggris di semifinal. Setelah tertinggal sejak menit ke-55, Argentina tetap sabar membangun serangan hingga akhirnya mencetak dua gol dalam beberapa menit terakhir pertandingan.

Strategi Inggris yang memilih bertahan total usai unggul justru menjadi bumerang. Statistik sepanjang turnamen telah menunjukkan bahwa Argentina merupakan salah satu tim paling mematikan pada penghujung laga.

Kini, dengan produktivitas terbaik di turnamen dan kebiasaan mencetak gol pada momen-momen krusial, Argentina datang ke final menghadapi Spanyol dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. La Albiceleste pun berpeluang mempertahankan gelar juara dunia jika kembali mampu memanfaatkan kekuatan mereka di menit-menit penentuan. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zulhas Ungkap Penyaluran Bansos dan Hasil Panen Akan Lewat Kopdes Merah Putih
• 13 jam laludetik.com
thumb
IHSG Kamis Pagi Dibuka Naik ke Level 6.056
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lamine Yamal Ketiban Sial Jelang Final Piala Dunia 2026, Bintang Andalan Spanyol Kemalingan
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ruang Berbagi dan Mencari Inspirasi bagi Kepala Daerah
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
APJATI Mendesak Evaluasi Seluruh Kinerja KP2MI: Perbaiki Sistem dan Kedepankan Pembinaan, Bukan Penutupan
• 19 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.