Blok Masela Fokus Pasok Dalam Negeri, 60 Persen Gas untuk Kebutuhan Domestik

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, sebagian besar produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, bukan untuk pasar ekspor.

Langkah itu diambil guna memperkuat ketahanan energi nasional seiring dengan dimulainya babak baru proyek yang sempat tertunda selama puluhan tahun tersebut.

BACA JUGA:Perpres Pengamanan Jaksa Oleh TNI Tuai Kritik, Imparsial Desak Presiden Bertindak

Hal itu  disampaikan Bahlil, dalam upacara peletakan batu pertama PSN LNG Abadi Blok Masela, di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Komitmen tersebut menjadi substansi utama dalam pengembangan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia.

"Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor," ujar Bahlil.

Bahlil mengungkapkan, rasa syukurnya karena proyek itu akhirnya dapat terealisasi setelah melalui proses kajian yang panjang.

BACA JUGA:Sukses Balas Kekalahan, Alwi Farhan Amankan Tiket 8 Besar Japan Open 2026

Ia juga meminta pihak operator, INPEX Masela Ltd, untuk bergerak cepat agar target lini masa pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya sudah ada keputusan dan kajian, saya minta kepada Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah berjalan dan tahun 2027 sudah masuk tahap konstruksi," lanjut Bahlil.

Proyek LNG Abadi Masela  memiliki nilai investasi yang  mencapai USD21 miliar atau setara sekitar Rp342 triliun.

Angka tersebut sudah termasuk tambahan investasi sejumlah 1 miliar dolar AS yang dialokasikan khusus untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage(CCS), guna menekan emisi karbon dan mendukung agenda transisi energi bersih.

BACA JUGA:Reksa Dana dan ETF Berbasis ESG di Indonesia

Secara teknis, proyek yang terletak di Laut Arafura itu  dirancang untuk memproduksi gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun, kondensat sekitar 35 ribu barel per hari, serta gas pipa yang mencapai 150 juta kaki kubik per hari.

Selain berdampak pada ketahanan energi, proyek itu  diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja pada masa konstruksi, sehingga menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Sumut bangun gudang logistik di Pelabuhan Roro Gunungsitoli
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa DKI Jakarta 16 Juli 2026
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Janji Antrean Pembelian BBM Teratasi dalam 2 Hari
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Begini Reaksi Pemain Argentina Saat Temukan Botol Contekan Penalti Milik Kiper Inggris Pickford
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Kontroversi Wasit Warnai Laga Argentina vs Inggris, Fans Sebut The Three Lions Dirampok saat Messi ke Final
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.