tvOnenews.com - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, resmi memulai petualangan baru dalam karier profesionalnya setelah bergabung secara permanen dengan Millwall FC pada bursa transfer musim panas 2026.
Kepindahan dari Ipswich Town itu menjadi salah satu langkah paling penting dalam perjalanan bek berusia 23 tahun tersebut, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk tampil reguler di kompetisi Championship, kasta kedua sepak bola Inggris.
Millwall mengikat Baggott dengan kontrak jangka panjang sebagai bagian dari proyek memperkuat lini belakang jelang musim 2026/2027.
Kehadiran bek jangkung Timnas Indonesia itu pun langsung mendapat perhatian besar, baik dari publik Inggris maupun pencinta sepak bola Tanah Air.
Lantas, seperti apa sebenarnya klub yang kini menjadi rumah baru Elkan Baggott?
Millwall bukanlah nama asing dalam sejarah sepak bola Inggris. Klub yang dijuluki The Lions itu berdiri pada tahun 1885 dengan nama Millwall Rovers.
Awalnya, klub didirikan oleh para pekerja pabrik pengalengan makanan JT Morton's di kawasan Isle of Dogs, London Timur.
Seiring perkembangan waktu, nama klub berubah menjadi Millwall Athletic sebelum akhirnya resmi dikenal sebagai Millwall Football Club.
Kini Millwall bermarkas di The Den, stadion berkapasitas sekitar 20 ribu penonton yang terletak di London Tenggara.
Stadion tersebut dikenal sebagai salah satu kandang dengan atmosfer paling bergairah di Championship, di mana dukungan suporter tuan rumah sering menjadi tekanan tersendiri bagi tim tamu.
Meski belum pernah meraih gelar kasta tertinggi sepak bola Inggris, Millwall memiliki sejarah yang cukup membanggakan.
Klub ini berhasil promosi ke divisi utama pada 1988. Menariknya, pada musim pertama mereka di kasta elite, Millwall langsung finis di peringkat ke-10, yang hingga kini masih menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub di level tertinggi.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Millwall pernah mampu bersaing dengan klub-klub besar Inggris.
Salah satu pencapaian paling bersejarah Millwall terjadi pada musim 2003/2004.
Saat itu, The Lions secara mengejutkan berhasil melaju hingga final Piala FA. Meski akhirnya kalah 0-3 dari Manchester United, pencapaian tersebut tetap dikenang sebagai momen emas klub.




