Mendagri Tito Ungkap Strategi Cegah Korupsi di Daerah Lewat Sistem & Sikap Integritas

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan upaya pencegahan tindak pidana korupsi yang kerap melibatkan kepala daerah tidak hanya dapat dilakukan dengan mengandalkan fungsi pengawasan.

Menurut Tito, penguatan sistem tata kelola pemerintahan dan sikap integritas kepala daerah menjadi kunci agar praktik korupsi dapat dicegah.

BACA JUGA: Mendagri Tito Paparkan Keberhasilan Kemendagri Optimalkan Anggaran di Tengah Efisiensi

“Yang kita bisa lakukan kepada kepala daerah ini adalah, satu, kita melakukan retret. Tujuannya untuk menguatkan nasionalismenya, integritasnya, ya. Kemudian juga memberikan pembekalan-pembekalan awal, termasuk KPK juga hadir di sana. BPKP juga hadir memberikan masukan,” kata Mendagri Tito kepada awak media usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

Namun demikian, Mendagri Tito menegaskan posisi kepala daerah berbeda dengan pejabat dalam sistem komando karena mereka dipilih langsung oleh rakyat.

BACA JUGA: AP3KI Bertemu Mendagri Tito, Bahas Kedudukan PPPK & PPPK Paruh Waktu Setara PNS

Oleh sebab itu, pembinaan lebih mengedepankan penguatan sistem.

Dia menjelaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah membangun berbagai instrumen pengawasan, di antaranya melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), penyusunan pedoman Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga sistem pengawasan keuangan daerah.

BACA JUGA: Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi

Selain itu, pemerintah bersama KPK dan Kejaksaan Agung juga mengembangkan sistem pencegahan korupsi melalui Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP).

Meski demikian, Mendagri Tito mengingatkan sebaik apa pun sistem yang dibangun tetap memerlukan integritas dari setiap kepala daerah.

“Tapi semua sistem ini kan bisa saja nanti diakali di lapangan. Ada gratifikasi dan lain-lain. Nah ini kan kembali kepada integritas masing-masing kepala daerah,” sambung Mendagri.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito juga menyoroti tingginya biaya politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah yang kerap menjadi isu krusial.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diatasi dengan terobosan, salah satunya usulan penambahan biaya operasional kepala daerah dari persentase peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan demikian, kepala daerah memiliki dorongan untuk meningkatkan kinerja fiskal daerah tanpa membebani masyarakat.

“Tapi ini perlu, perlu adanya studi dulu ya. Perlu adanya pembicaraan antar-kementerian, lembaga di pemerintahan, bila perlu juga berbicara dengan DPR. Karena ini keputusan penting,” tandasnya. (mrk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendagri Tito Tegaskan Kades Harus Naik Kelas Agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lionel Messi Dedikasikan Kemenangan Argentina untuk Maradona
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Sekolah Rakyat Banyuwangi terima siswa baru jenjang SD-SMA
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Bahlil Ungkap Alasan Blok Masela Baru Digarap Sekarang Usai Mandek 28 Tahun
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menuju Puncak Pesta Bola Dunia, Penggemar Sepak Bola Jagokan Tim Favoritnya
• 4 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.