Pukat UGM: Integritas Aparat Kunci Ungkap Kasus MBG

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainul, menilai fenomena perlawanan balik dari pihak yang diduga terlibat korupsi merupakan hal nyata dalam proses penegakan hukum, terutama pada perkara besar yang melibatkan banyak kepentingan.

Pandangan itu disampaikan Zainul ketika dimintai tanggapan terkait dinamika penanganan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka.

BACA JUGA: Tahun Ajaran Baru Sudah Mulai, MBG Dibagikan Lagi di Bawah Pantauan Langsung BGN

Menurut Zainul, serangan balik terhadap aparat penegak hukum dapat diminimalkan apabila institusi tersebut dijalankan oleh aparat yang memiliki integritas tinggi dan bebas dari praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa kerentanan aparat justru muncul ketika mereka sendiri terlibat dalam perilaku koruptif.

“Corruptor fight back itu nyata. Maka agar tidak mudah diserang balik, aparat penegak hukumnya tidak boleh korup. Kalau aparat penegak hukumnya korup, dia mudah diserang balik,” kata Zainul, Kamis (16/7).

BACA JUGA: Minta Pengelola SPPG Tak Curangi Menu MBG, Prabowo: Jangan Satu Ayam Dipotong 20

Lebih lanjut, Zainul mengukur keberhasilan pemberantasan korupsi bukan sekadar dari banyaknya perkara yang diproses, melainkan dari terciptanya efek jera yang mampu menekan angka korupsi secara signifikan. Menurutnya, konsistensi penegakan hukum menjadi faktor utama untuk menghasilkan efek jera yang tinggi.

“Keberhasilan aparat penegak hukum itu ketika korupsinya sudah sedikit. Korupsi yang sedikit lahir dari deterrent effect yang tinggi, sedangkan deterrent effect yang tinggi lahir dari penegakan hukum yang konsisten,” ujarnya.

BACA JUGA: Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Awasi Dapur MBG: Kalau Perlu Lapor Langsung ke Saya

Pernyataan itu mengemuka di tengah proses hukum perkara dugaan korupsi MBG yang terus bergulir. Kasus tersebut dinilai sebagai ujian bagi aparat penegak hukum dalam menjaga independensi, profesionalisme, dan konsistensi, terutama ketika perkara menyentuh pihak-pihak dengan posisi strategis.

Pengamat menilai pengungkapan kasus korupsi besar tidak hanya bergantung pada alat bukti, tetapi juga pada kemampuan aparat mempertahankan integritas lembaga dari berbagai tekanan maupun upaya pelemahan selama penyidikan berlangsung. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merespons Penggeledahan oleh Polri, Jampidsus Singgung soal MBG


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim Khusus Kasus Eks Jampidsus Febrie Banyak Diisi 'Alumni', Ini Kata KPK
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
TPA Cipayung Depok Dilanda Kebakaran, 8 Mobil Pemadam Diterjunkan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Catatan Perjuangan TQA Alwi Hamu Tak Kenal Waktu: Al-Quran Tetap Dicintai Anak Makassar
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Berkas Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Barang Bukti Uang dan Emas Siap Diserahkan
• 11 jam laludisway.id
thumb
Baru 10 Hari Ditawarkan, Pemesanan ORI030 Sudah Tembus Rp21,9 Triliun
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.