VIVA – Selama hampir tiga dekade, Resident Evil telah menjadi salah satu nama terbesar dalam dunia game horor. Sejak pertama kali dirilis oleh Capcom pada 1996, waralaba ini berhasil membangun reputasi sebagai pelopor genre survival horror melalui perpaduan eksplorasi, teka-teki, suasana mencekam, dan pertarungan melawan makhluk hasil eksperimen biologis.
Kini, Resident Evil kembali memasuki babak baru lewat Resident Evil Requiem, seri utama terbaru yang membawa pendekatan berbeda. Capcom tidak hanya mempertahankan elemen klasik yang dicintai penggemar, tetapi juga menghadirkan teknologi grafis modern, atmosfer horor yang lebih sinematik, serta cerita yang menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan franchise.
Awal Mula Game Horor yang Mengubah Industri
Dirangkum VIVA Jum'at, 17 Juli 2026, Resident Evil memulai debutnya di konsol PlayStation pada 1996. Saat itu, konsep permainan yang menggabungkan keterbatasan amunisi, inventaris yang sempit, serta ancaman zombie berhasil menghadirkan pengalaman yang belum pernah dirasakan pemain sebelumnya.
Kesuksesan tersebut melahirkan berbagai karakter ikonik seperti Chris Redfield, Jill Valentine, Leon S. Kennedy, Claire Redfield, hingga Ada Wong. Kisah mereka terus berkembang dari tragedi Spencer Mansion, kehancuran Raccoon City, hingga ancaman bioterorisme di berbagai belahan dunia.
Tidak mengherankan jika Resident Evil kemudian menjadi salah satu franchise game terlaris milik Capcom.
Terus Berevolusi di Setiap Generasi
Salah satu alasan Resident Evil mampu bertahan begitu lama adalah keberaniannya berevolusi.
Resident Evil 4 memperkenalkan sudut kamera over-the-shoulder yang kemudian menjadi standar baru bagi game aksi modern. Sementara Resident Evil 7 menghadirkan perspektif orang pertama yang membuat pengalaman horor terasa jauh lebih imersif.
Capcom juga sukses menghidupkan kembali seri klasik melalui remake Resident Evil 2, Resident Evil 3, dan Resident Evil 4 yang mendapatkan sambutan positif dari kritikus maupun pemain.
Resident Evil Requiem Membuka Babak Baru
Melalui Resident Evil Requiem, Capcom membawa pemain kembali ke dunia yang masih menyimpan luka akibat tragedi Raccoon City.
Dalam presentasi resminya, Capcom memperkenalkan Grace Ashcroft, seorang analis FBI yang ditugaskan menyelidiki serangkaian kematian misterius. Di saat yang sama, karakter legendaris Leon S. Kennedy juga kembali mengambil peran penting dalam cerita, menghadirkan perpaduan karakter baru dan lama yang menjadi daya tarik utama game ini.





