Kasus ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, tak hanya berujung pada proses hukum terhadap pelaku. Dampak sosial juga dirasakan keluarganya. Istri dan dua anak tersangka kini disebut telah diungsikan oleh keluarga, sementara anak pelaku tidak lagi bersekolah di SD tersebut sejak kasus itu mencuat.
Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Anton Sianipar, mengatakan keputusan mengungsikan keluarga pelaku diambil setelah mempertimbangkan berbagai kondisi pascakejadian.
"Anak pelaku dan istrinya saat ini sudah tidak tinggal lagi di lingkungan RT 03 RW 04, sudah diungsikan pihak keluarga di rumah orang tua dari pihak perempuan," kata Anton Sianipar, dikutip dari Antara.
Menurut Anton, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari tekanan psikologis yang dikhawatirkan dialami istri maupun kedua anak pelaku akibat sorotan yang muncul setelah kasus teror bom itu.
Baca Juga: Open BO Berujung Maut, ASN BPN Kena Peras Sebelum Lompat dari Lantai 12
"Dia setelah kejadian itu anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN Srengseng Sawah itu, jadi belum didampingi pihak kepolisian atau Komisi Perlindungan Anak," ujarnya.
Sebelumnya, polisi mengungkap tersangka Maulana Yunus (34), yang merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut, mengaku nekat mengirim ancaman bom karena kecewa terhadap salah satu pihak sekolah.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adiwibowo, mengatakan rasa kesal itu bermula dari persoalan seragam sekolah anaknya.
"Tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini," katanya.
Joko menjelaskan, beberapa hari sebelum ancaman dikirim, pelaku sempat menanyakan soal seragam anaknya kepada pihak sekolah. Namun, jawaban yang diterimanya justru membuat pelaku merasa tersinggung.
Baca Juga: Tragis! Detik-detik Kaki ASN BPN Putus Sebelum Tewas dari Lantai 12 Apartemen
"Nanya dia (pelaku) masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), 'Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu loh. Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu loh," ujar Joko.
Dalam pemeriksaan, Maulana juga mengaku menyesali perbuatannya dan mengaku tidak pernah membayangkan ancaman tersebut akan memicu kepanikan luas di tengah masyarakat.
"Dari pemeriksaan juga, si tersangka itu merasa menyesal lah atas kejadian yang telah dilakukannya," ungkap dia.
Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut dan tidak langsung menerima pengakuan pelaku. Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya motif lain di balik aksi teror yang sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.





