Cuma Gara-gara Seragam, Teror Bom di SDN Jaksel Bikin Keluarga Pelaku Kini Diungsikan

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, tak hanya berujung pada proses hukum terhadap pelaku. Dampak sosial juga dirasakan keluarganya. Istri dan dua anak tersangka kini disebut telah diungsikan oleh keluarga, sementara anak pelaku tidak lagi bersekolah di SD tersebut sejak kasus itu mencuat.

Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Anton Sianipar, mengatakan keputusan mengungsikan keluarga pelaku diambil setelah mempertimbangkan berbagai kondisi pascakejadian.

"Anak pelaku dan istrinya saat ini sudah tidak tinggal lagi di lingkungan RT 03 RW 04, sudah diungsikan pihak keluarga di rumah orang tua dari pihak perempuan," kata Anton Sianipar, dikutip dari Antara.

Menurut Anton, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari tekanan psikologis yang dikhawatirkan dialami istri maupun kedua anak pelaku akibat sorotan yang muncul setelah kasus teror bom itu.

Baca Juga: Open BO Berujung Maut, ASN BPN Kena Peras Sebelum Lompat dari Lantai 12

"Dia setelah kejadian itu anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN Srengseng Sawah itu, jadi belum didampingi pihak kepolisian atau Komisi Perlindungan Anak," ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap tersangka Maulana Yunus (34), yang merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut, mengaku nekat mengirim ancaman bom karena kecewa terhadap salah satu pihak sekolah.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adiwibowo, mengatakan rasa kesal itu bermula dari persoalan seragam sekolah anaknya.

"Tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini," katanya.

Joko menjelaskan, beberapa hari sebelum ancaman dikirim, pelaku sempat menanyakan soal seragam anaknya kepada pihak sekolah. Namun, jawaban yang diterimanya justru membuat pelaku merasa tersinggung.

Baca Juga: Tragis! Detik-detik Kaki ASN BPN Putus Sebelum Tewas dari Lantai 12 Apartemen

"Nanya dia (pelaku) masalah seragam. Jawabannya (pihak sekolah), 'Udah, nggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu loh. Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu loh," ujar Joko.

Dalam pemeriksaan, Maulana juga mengaku menyesali perbuatannya dan mengaku tidak pernah membayangkan ancaman tersebut akan memicu kepanikan luas di tengah masyarakat.

"Dari pemeriksaan juga, si tersangka itu merasa menyesal lah atas kejadian yang telah dilakukannya," ungkap dia.

Meski demikian, kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut dan tidak langsung menerima pengakuan pelaku. Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya motif lain di balik aksi teror yang sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 HP Minimalis yang Disematkan Fitur AI Canggih, Dijamin Mempermudah Aktivitas Harian
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Detik-detik Seorang Perempuan Lari Usai Penghuni Kos Tewas Terbakar di Kemayoran, Diduga Mantan Kekasih Korban
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kota Ini Terlalu Indah untuk Membatasi Kreativitas
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Prajurit TNI AD yang Meninggal Dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Telah di Makamkan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditagih Barang Bukti oleh dr. Tifa, Pihak Jokowi: Ini Menarik
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.