REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas di New York dan New Jersey mengeluarkan peringatan kesehatan terkait kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Kanada, hanya beberapa hari menjelang partai final Piala Dunia 2026.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah New York membuat pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam ruangan apabila memungkinkan.
Baca Juga
Jersey Final Piala Dunia 1958 Milik Pele Laku Rp88,2 Miliar, Memorabilia Sepak Bola Termahal Kedua
Takdir Unik Lamine Yamal, dari Bayi dalam Gendongan Messi Hingga Jadi Rival di Final Piala Dunia
Half-Time Show Piala Dunia Tuai Kritik, Jeda Laga Dinilai Terlalu Lama
Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol melawan Argentina di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, New Jersey, pada Ahad (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (17/7/2026) dini hari WIB. Stadion tersebut sejauh ini telah menjadi tuan rumah tujuh pertandingan sepanjang turnamen.
Kondisi kualitas udara memburuk tepat sebelum timnas Spanyol tiba di New Jersey pada Rabu malam, sehari setelah menyingkirkan Prancis di semifinal yang berlangsung di Texas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Meski demikian, Spanyol tetap menjalani sesi latihan di luar ruangan pada Kamis dan tampak tidak terganggu oleh kondisi udara. Hingga kini, kubu La Roja belum memberikan komentar mengenai kemungkinan dampak kualitas udara terhadap persiapan mereka.
Di sisi lain, Argentina masih berada di Georgia usai menyingkirkan Inggris di semifinal. Tim berjuluk Albiceleste dijadwalkan memulai latihan di New Jersey pada Jumat sore.
Salah seorang kontraktor, Dan Edgar, mengungkapkan putrinya, Kaitlynn, yang berlatih di Stadion New York New Jersey untuk tampil pada acara hiburan final Piala Dunia, merasakan langsung dampak kabut asap tersebut.
"Dia mengirim pesan kepada saya bahwa kondisinya buruk di luar sana. Sulit untuk menari, katanya Anda bisa merasakan udaranya, berat," ujar Edgar, dikutip dari BBC.