KDM Ingatkan Orangtua Soal Kecanduan Gawai Pada Anak Ancam Kesehatan

tvonenews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan para orang tua bahwa kebiasaan anak-anak yang dibiarkan bermain gawai terlalu lama kini menjadi ancaman kesehatan serius yang memicu penyakit kronis orang dewasa, seperti gagal ginjal dan diabetes.

Fenomena memilukan tersebut, dinilai Dedi yang akrab disapa KDM, terjadi akibat radiasi screen time yang tinggi membuat fisik anak-anak kurang bergerak secara aktif, sehingga seluruh nutrisi dan gizi yang masuk ke dalam tubuh menumpuk dan gagal dikonversi menjadi energi.

"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, mengutip Antara pada Jumat.

Dedi menjelaskan selain merusak organ dalam tubuh dan memicu penyakit degeneratif sejak dini, kurangnya aktivitas fisik akibat kecanduan gawai secara psikologis juga membuat tingkat emosi dan agresivitas anak menjadi sangat tinggi.

Merespons ancaman tersebut, Pemprov Jabar mendesak para orang tua untuk membatasi durasi gawai, memperbanyak aktivitas luar ruang yang melatih motorik anak, serta memperketat pengawasan asupan konsumsi harian agar terhindar dari makanan dan minuman instan yang tinggi kadar gula.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa negara harus hadir menjamin kualitas hidup warganya sejak dalam kandungan. Untuk itu, Pemprov Jabar kini tengah mematangkan regulasi revolusioner terkait intervensi pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil di Jawa Barat.

"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," ucap Dedi.

Ia menambahkan, jaminan pemenuhan aspek material manusia mulai dari ketersediaan pangan bergizi, air minum berkualitas, hingga hak menghirup udara bersih merupakan kewajiban konstitusional yang akan terus dikawal secara berkala oleh pemerintah daerah.

"Seluruhnya negara harus bertanggungjawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu," ucapnya menambahkan.(ant/ree)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK nyatakan analisis laporan penolakan gratifikasi Menhut rampung
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Bekasi Fajar (BEST) Bidik Marketing Sales Rp600 Miliar dari Investor Jepang dan China
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Mengapa Anak Indonesia Masih Mudah Membeli Rokok dan Vape?
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Spanyol vs Argentina: Duel Tiga Pemain Kunci Penentu Hasil Akhir Laga Final Piala Dunia 2026
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
FIFA Perkenalkan Bola Khusus untuk Fase Akhir Piala Dunia 2026, Trionda Final Resmi Dipakai Sejak Semifinal
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.