Dedi Mulyadi Turun Tangan Usut Kasus Pemotor Keroyok Petugas Palang Kereta Api di Garut, KAI Ikut Kawal?

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi turun tangan usut kasus pemotor yang keroyok petugas palang kereta di Garut ramai jadi perbincangan. Pihak dari Kereta Api Indonesia (KAI) bahkan ikut mengawal kasus ini.

Seperti yang diketahui, sebelumnya terdapat video yang merekam aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan pemotor kepada petuga penjaga perlintasan rel KAI.

Peristiwa tersebut pun terjadi di perlintasan sebidang JPL 227, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/7/2026) siang. Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi turun tangan untuk membantu mengusut kasus tersebut.

Pasalnya, pelaku sendiri telah melakukan hal membahayakan. Yakni dimana ia menerobos palang perlintasan. Melihat hal itu, korban lantaas menegur.

Namun siapa sangka, setelahnya pelaku justru membawa rekan-rekannya untuk mengeroyok korban. Alhasil, Dedi Mulyadi pun ikutan geram dan mengungkapkan sudut pandangnya di media sosial.

Di momen itu, Dedi bahkan menyebut pelaku bodoh.

"Orang yang marah karena ditegur melintas lintasan kereta api, sedangkan ancaman di depan mata, itu adalah tindakan yang sangat bodoh," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi 71, Kamis (16/7/2026).

Dedi juga mengungkapkan apa yang dilakukan penjaga perlintasan adalah hal mulia. Dan teguran yang diberikan semata-mata juga demi mencegah terjadinya kecelakaan.

Dimana kejadian kecelakaan kereta sendiri sudah banyak terjadi dimana banyak korban berjatuhan karena menerobos palang perlintasan.

Mengetahui hal demikian, urun tangan usut kasus pemotor yang keroyok petugas palang kereta di Garut itu. Yakni dengan mencoba berkoordinasi dengan Kapolda Jabar agar pelaku mendapat hukuman setimpal.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar dan pelaku untuk mendapatkan hukuman," imbuh Dedi Mulyadi.

 

Pria yang akrab disapa KDM itu bahkan berjanji akan memberikan pendampingan hingga proses hukum terhadap pelaku selesai.

"Petugas perlintasan tidak hanya menjalankan tugas lalu lintas kereta api, tetapi juga tugas kemanusiaan untuk melindungi keselamatan masyarakat," tandas Dedi Mulyadi.

Sementara itu, usai Dedi Mulyadi turun tangan usut kasus pemotor yang keroyok petugas palang kereta, pihak KAI juga tak mau tinggal diam. Apalagi saat tahu korban sampai mengalami luka lebam.

"Akibat insiden tersebut, petugas penjaga perlintasan JPL 227 Leuwigoong mengalami luka lebam di wajah serta luka gores di tangan," ujar Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardojo dikutip dari Kompas.com.

Kuswardojo mengatakan, KAI Daop 2 Bandung telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti dugaan pengeroyokan tersebut. "Kemarin setelah kejadian sudah berkoordinasi dengan pihak Polsek Leuwigoong, laporan resmi menunggu hasil visum," ungkapnya.

Selain mengawal proses hukum, KAI juga memastikan akan memberikan pendampingan kepada petugas yang menjadi korban. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dharmayukti Karini Bersama Ketua MA Salurkan Beasiswa kepada 7.489 Putra Putri Warga Peradilan
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kisah Ainun Ubah Cara Pandang Warga Kampung di Sulsel Tentang Perempuan Bersama PNM
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Komisi IX Desak Pengawasan Diperketat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gamal Albinsaid Usul Dekomersialisasi MBG, Libatkan Pesantren dan Lembaga Sosial
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Imbas Gangguan Pasokan di Medan, Kementerian ESDM Kirim Tim Cek Distribusi BBM
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.