Ijazah Karyawan Ditahan Puluhan Tahun Berujung Disidak, Said Iqbal Ultimatium Bos Laundry

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik dugaan penahanan ijazah karyawan di perusahaan laundry 5asec, Pondok Indah, Jakarta Selatan berujung disidak Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal, Kamis (16/7/2026).

Puluhan pekerja mengaku ijazah mereka masih berada di perusahaan, bahkan ada yang mengeklaim telah ditahan sejak pertama kali bekerja pada 1993.

Di sisi lain, manajemen membantah memiliki kebijakan menahan ijazah, meski mengakui masih menyimpan sebagian dokumen asli karyawan di bagian administrasi.

Baca juga: Kami Akan Bertindak atas Nama Negara, Ultimatum Said Iqbal ke Kantor Laundry yang Tahan Ijazah

Dalam pertemuan yang juga dihadiri pengawas ketenagakerjaan, Said meminta seluruh ijazah pekerja yang masih berada di perusahaan dikembalikan paling lambat Senin (20/7/2026).

Bantahan pihak perusahaan

Direktur Utama PT Grita Artha Kreamindo (5asec), Pratama Girindra, mengaku terkejut ketika mendengar tudingan bahwa perusahaannya menahan ijazah milik para pekerja.

Menurut dia, perusahaan tidak pernah menerapkan kebijakan penahanan ijazah.

Jika masih ada dokumen asli karyawan yang tersimpan, hal itu disebutnya merupakan bagian dari administrasi rekrutmen pada masa lalu.

"Saya pun kaget waktu tiba-tiba menerima informasi bahwa ada penahanan ijazah. Itu tidak pernah kita lakukan. Kalaupun ada yang masih di sini, itu mungkin hanya terkait hal-hal administrasi," ujar Pratama.

Baca juga: Kerja 33 Tahun di Laundry Jaksel, Karyawan Ini Akui Ijazah Ditahan Sejak Hari Pertama

Ia menjelaskan, pada masa lalu perusahaan memang sempat meminta ijazah asli calon pekerja sebagai salah satu persyaratan administrasi.

Namun, praktik tersebut, menurut dia, sudah tidak lagi diterapkan.

"Memang mungkin rekrutmen zaman dulu, ya tahulah zaman dulu kan. Saya juga pernah bekerja sebagai profesional, memang ijazah diminta ada yang kopian, ada yang asli diminta untuk ditahan. Tapi ke sini sudah tidak pernah ada," kata dia.

Pratama memperkirakan jumlah ijazah yang masih tersimpan tidak sampai 30 persen dari total karyawan.

Ia memastikan seluruh dokumen yang masih berada di perusahaan akan dikembalikan.

"Jadi itu bukan hal yang cukup penting buat kami. Dan itu pasti akan kita, kalaupun ada, kita akan rilis," kata Pratama.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Karyawan Mengaku Ijazah Ditahan Sejak 1993

Pengakuan berbeda disampaikan Ahmad Gofur (51), salah seorang karyawan yang telah bekerja sejak perusahaan berdiri pada 1993.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deretan Motor Bekas 250cc yang Harganya Turun Drastis
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Serangan Baru AS ke Iran Masuki Hari Keenam
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Legislator: Kemendag perlu perkuat pengamanan pasar dalam negeri
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Apa Kabar Pegi Setiawan? 2 Tahun Bebas dari Status Tersangka Kasus Vina Cirebon, Begini Kondisinya Sekarang
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Gugat Erin Rp1 Miliar, Mantan ART Berharap Eks Istri Andre Taulany Datang di Mediasi: Saya Cuma Mau Ambil Barang Saya
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.