Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Malang Pandaan, Diduga Alami Microsleep sampai Tabrak Truk, Ada 5 Korban Tewas

grid.id
12 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kecelakaan maut di Tol Malang Pandaan kini menjadi sorotan. Diduga alami microsleep sampai tabrak truk. Ada 5 korban tewas.

Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan mobil Honda CR-V dan truk Mitsubishi Fuso terjadi di ruas Jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Tragedi kecelakaan di Tol Malang-Pandaan ini merenggut lima nyawa yang masih merupakan satu ikatan keluarga besar asal Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

Berikut kronologi kecelakaan maut di Tol Malang Pandaan. Diduga alami microsleep sampai tabrak truk. Ada 5 korban tewas dalam kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika mobil Honda CR-V dengan nomor polisi L 1720 CAY melintas di Jalan Tol Malang-Pandaan dari arah Malang menuju Surabaya.

Kendaraan yang dikemudikan Ishaq (37) itu melaju di lajur lambat dengan membawa sembilan orang, termasuk pengemudi. Berdasarkan informasi kepolisian, rombongan tersebut tengah dalam perjalanan kembali usai berlibur di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

"Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi Honda CR-V diduga kuat kehilangan konsentrasi karena mengantuk (microsleep). Akibatnya, kendaraan oleng ke kiri masuk ke bahu jalan, menabrak pembatas jalan (guardrail), lalu terpental menghantam truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi AD 8827 YA yang sedang berhenti di bahu jalan," ujar Iptu Joko Suseno saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026), dikutip dari Kompas.com.

Benturan yang terjadi mengakibatkan bagian depan hingga kabin Honda CR-V rusak berat. Sebaliknya, truk Mitsubishi Fuso yang dikemudikan Sukasdi, warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hanya mengalami kerusakan pada bemper belakang sisi kanan.

Sopir truk tersebut dipastikan selamat dan tidak mengalami cedera. Keterangan senada juga disampaikan Mulyadi, sepupu para korban.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari RI, tetangga korban yang mengendarai mobil lain dalam rombongan, Honda CR-V semula melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam. Namun, ketika memasuki KM 72 Tol Malang-Pandaan, laju kendaraan tiba-tiba berkurang secara bertahap dan mobil terlihat condong ke arah kiri sebelum kecelakaan terjadi.

"Dari mobil yang di belakang, awalnya kecepatan 100 Km/jam, turun, turun, turun, turun, terus dia itu jalan ke kiri. Sama yang di belakang itu diklakson. Yang belakang itu rombongan. Akhirnya nyantap (truk)," kata Mulyadi saat ditemui di rumah duka, Kamis (16/7/2026) dini hari.

Mulyadi menduga saudaranya tersebut berkendara dalam kondisi mengantuk berat.

 

"Kurang lebihnya mengantuk. Dari ngurangi kecepatan itu sampai dia bentur. Ke kirinya itu sama yang di belakang sudah diingetin. Ini kok gas tambah turun terus dia jalannya kok tambah miring. Tadi diklakson dari belakang," lanjut Mulyadi.

Diketahui, Benturan yang terjadi mengakibatkan kerusakan sangat parah pada bagian depan hingga atap mobil Honda CR-V. Sementara itu, truk Fuso mengalami kerusakan pada slebor belakang kanan, bemper belakang, serta bak kendaraan.

Pengemudi Honda CR-V, Ishaq (37), warga Kecamatan Semampir, Surabaya, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami cedera berat di bagian kepala. Empat penumpang lainnya, yaitu Mufarroha (27), Hanifah (42), Hindun (40), dan balita Wahyuni Putri Permata (3), juga dinyatakan meninggal di tempat.

Di sisi lain, empat penumpang berhasil selamat meski mengalami sejumlah luka. Wahyunia Putri Cahaya (3), Qori’atul Jannah (10), dan Umrotul Hasanah (19) mendapat perawatan di RS Mitra Sehat Medika Pandaan. Adapun Zahra (7), yang sempat kehilangan kesadaran usai kecelakaan, dirawat di RSUD Bangil.

Sementara itu, sopir truk Fuso, Sukasdi (37), warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dipastikan selamat tanpa mengalami cedera.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan faktor kelalaian manusia sebagai penyebab utama kecelakaan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya pengaruh dari kondisi kendaraan, cuaca, jalan, maupun faktor alam yang memicu insiden tersebut.

“Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Pasuruan,” ungkapnya, dikutip dari TribunJatim.com.

Ia turut mengingatkan seluruh pengguna jalan tol untuk tetap fokus selama mengemudi. Apabila mulai merasakan kelelahan atau kantuk, pengendara disarankan segera berhenti dan beristirahat di area rest area demi menjaga keselamatan.

Akibat peristiwa tersebut, nilai kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp51 juta.

“Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta melengkapi proses penyidikan,” tutupnya. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Ulang Tahun Lula Lahfah Diperingati Reza Arap dengan Pesan Penuh Cinta
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov Lampung Alokasikan 217 Bantuan Rumah Sehat bagi Penderita TBC pada 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Hati-hati! Ada Tumpahan Solar di Flyover Pesing Arah Cengkareng
• 12 jam laludetik.com
thumb
Oknum Polisi di Blitar Kota Ditangkap Kasus Sabu, Tes Urine Positif Narkoba
• 9 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.