Madiun (beritajatim.com) Harga daging ayam potong di Pasar Caruban Baru, Kabupaten Madiun, kembali merangkak naik setelah sempat menyentuh level terendah selama masa libur sekolah. Kini, harga ayam di tingkat pedagang eceran kembali menembus Rp31 ribu per kilogram.
Sejumlah pedagang menyebut, harga ayam yang sebelumnya berkisar Rp27 ribu per kilogram naik secara bertahap sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 per hari. Mereka menduga kenaikan dipicu mulai aktifnya kembali kegiatan belajar mengajar serta bergulirnya lagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Salah satu pedagang ayam, Riswanda Imawan, mengaku permintaan daging ayam meningkat sejak dapur MBG kembali beroperasi. Bahkan, ia rutin memasok sekitar 200 kilogram daging ayam sebanyak tiga kali dalam sepekan ke salah satu dapur MBG.
“Permintaan naik sejak MBG jalan lagi. Saya kirim sekitar 200 kilogram, tiga kali seminggu. Supaya sama-sama dapat rezeki, pesanan juga saya bagi ke pedagang ayam lainnya,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Riswanda, meningkatnya permintaan dari dapur MBG ikut mendongkrak omzet pedagang. Meski demikian, ia berharap harga ayam tidak terus melonjak agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, kenaikan harga ayam mulai dikeluhkan konsumen maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya Ermi Susiana, pemilik usaha katering, yang mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.
“Harga sekarang sudah Rp31 ribu per kilogram. Padahal waktu libur sekolah sempat turun, jadi biaya produksi katering sekarang ikut naik,” katanya.
Kondisi ini membuat pelaku usaha berharap harga daging ayam kembali stabil sehingga tidak membebani biaya produksi maupun pengeluaran rumah tangga. Sementara bagi pedagang, meningkatnya permintaan dari sektor pendidikan dan program MBG menjadi angin segar setelah penjualan sempat lesu selama masa libur sekolah. (rbr/aje)




