Bahlil: Proyek Masela Setor US$37,8 Miliar ke Penerimaan Negara

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela telah menyumbang penerimaan negara hingga US$37,8 miliar.

Hal itu disampaikannya dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku.

Baca Juga :
Investasi Rp1,27 Triliun, Investor China Bangun Apartemen di Kawasan Inti IKN
Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Proyek Gas Masela: Ini Utang Saya

“Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar US$37,8 miliar,” kata Bahlil, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan groundbreaking Proyek Gas Abadi Masela di Maluku.
Photo :
  • Antara

Di sisi lain, kontribusi pajak tidak langsung diperkirakan mencapai sekitar US$6,43 miliar.

Bahlil menambahkan, dampak proyek ini juga akan dirasakan melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. Pada masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung.

Setelah memasuki tahap operasi, Lapangan Abadi akan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja.

Lapangan gas dengan potensi cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar atau setara Rp352 triliun.

Dengan besarnya investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan industri hilir, pemerintah berharap Proyek LNG Abadi Masela menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair per tahun.

Selain itu, Lapangan Abadi juga akan memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan industri dalam negeri serta menghasilkan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.

Bahlil menyampaikan kehadiran proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pembangunan industri, peningkatan pendapatan negara, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Ladang Gas Abadi di Blok Masela sendiri dikelola oleh konsorsium INPEX Masela Ltd dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen, Pertamina Hulu Energi 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15 persen. (Ant).

Baca Juga :
Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak dalam Waktu Dekat
Danantara: 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 225 Triliun Serap 37 Ribu Tenaga Kerja
Dirjen Migas ESDM: Diskon LNG Industri Berlaku hingga 31 Desember 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusias Suporter Argentina Rayakan Kemenangan Sekaligus Lanjut ke Final | BERITA UTAMA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL]Eks PLT Jamwas Kejagung Soroti Pembentukan Tim Khusus Terkait Kasus Eks Jampidsus, Efektifkah?
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Perang Timur Tengah Berlanjut, Tidak Ada Korban WNI
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup 3 Hari, Ini Halte Penggantinya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Laba BTN (BBTN) Meroket 40,8% di Paruh Pertama 2026, Ini Penopangnya
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.