Indika Energy (INDY) Buka Suara Soal Divestasi Kideco Rp18,1 Triliun

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. (INDY) buka suara menanggapi pemberitaan yang menyebut perseroan tengah mempertimbangkan pelepasan aset tambang PT Kideco Jaya Agung senilai Rp18,1 triliun.

Dalam surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan Adi Pramono menegaskan tidak akan memberikan komentar atas rumor maupun spekulasi yang beredar di pasar.

Adi menyatakan perseroan tidak memberikan konfirmasi maupun bantahan atas kabar yang menyebut Indika tengah mengkaji penjualan sebagian atau seluruh kepemilikannya di PT Kideco Jaya Agung dengan valuasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp18,1 triliun.

"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi Perseroan, Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," ujarnya dikutip, Jumat (17/7/2026).

Manajemen menegaskan tetap menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) serta mematuhi seluruh ketentuan pasar modal. Perseroan juga memastikan setiap informasi atau perkembangan yang bersifat material akan disampaikan secara transparan melalui saluran resmi sesuai ketentuan keterbukaan informasi.

Meski enggan mengomentari isu divestasi, Indika mengungkapkan besarnya kontribusi PT Kideco Jaya Agung terhadap kinerja grup.

Baca Juga

  • Indika Energy (INDY) Realisasikan Capex Rp445 Miliar, 100% untuk Bisnis Nonbatu Bara
  • Indika Energy (INDY) Putuskan Bagi Dividen Rp53,2 Miliar
  • Arah Diversifikasi Bisnis Indika Energy (INDY) Menjauh dari Batu Bara

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 (tidak diaudit), Kideco membukukan pendapatan sebesar US$377,4 juta, atau setara 72,8% dari total pendapatan kotor konsolidasian Indika yang mencapai US$493,2 juta.

Sementara itu, laba bersih Kideco tercatat US$42,4 juta dibandingkan laba bersih konsolidasian Indika mencapai US$7 juta.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa bisnis batu bara melalui Kideco masih menjadi salah satu tulang punggung pendapatan Perseroan.

BEI juga meminta penjelasan mengenai proyeksi struktur pendapatan Indika apabila divestasi Kideco benar-benar terealisasi, termasuk segmen usaha yang akan menjadi pengganti kontributor utama pendapatan.

Namun, Adi Pramono kembali menegaskan bahwa perseroan tidak akan memberikan komentar terhadap rumor maupun spekulasi pasar.

"Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," tulisnya dalam jawaban atas pertanyaan tersebut.

Selain itu, INDY menyatakan hingga saat ini tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang belum diungkap kepada publik yang dapat memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan.

Manajemen menegaskan akan tetap memenuhi kewajiban keterbukaan informasi dan menyampaikan setiap perkembangan material kepada publik apabila terdapat informasi yang relevan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Ambruk 2% Lebih ke US$ 3960, Rekor Terendah 8 Bulan
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok
• 1 jam laludetik.com
thumb
Perempuan di Nganjuk Bunuh Ayah Angkat karena Dendam dan Cinta Tak Direstui
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Korsel Rampungkan Pengiriman 6 Jet Latih T-50i ke Indonesia
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.