MSCI Perbarui Aturan Saham yang Naik Ekstrem, Bagaimana Implementasi?

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Pengelola indeks global MSCI memperbarui aturan untuk saham yang mengalami kenaikan harga ekstrim atau extreme price increase (EPI). Aturan ini bertujuan untuk menjaga kualitas indeks dan konsistensi metodologi. Aturan ini mulai berlaku pada review indeks Agustus 2026.

EPI adalah metodologi penyaringan MSCI terhadap saham yang mengalami kenaikan harga sangat ekstrem dalam periode tertentu. MSCI melakukan ini karena kenaikan harga yang terlalu tinggi bisa menimbulkan pertanyaan bahwa apakah kenaikan itu benar-benar mencerminkan proses pembentukan harga yang sehat dan bisa diakses investor global.

“MSCI mengonfirmasi bahwa pihaknya akan memperbarui perlakuan terhadap sekuritas yang mengalami Extreme Price Increase (EPI), yang berlaku mulai Index Review Agustus 2026,” seperti yang ditulis MSCI dalam pengumumannya dikutip Jumat (17/7).

Beberapa hal yang mengalami perubahan di antaranya, sekuritas yang ditandai mengalami EPI dengan Foreign Inclusion Factor (FIF) minimal 0,75 tidak lagi terkena penyaringan EPI. Sekuritas tersebut tetap dapat ditambahkan ke Standard Index sepanjang memenuhi seluruh persyaratan inklusi indeks lainnya.

FIF menggambarkan seberapa besar porsi saham suatu perusahaan yang secara efektif tersedia untuk dimiliki investor asing. Sementara itu, sekuritas dengan FIF di bawah 0,75 yang mengalami EPI dan telah memenuhi persyaratan inklusi Standard Index akan mendapatkan perlakuan berbeda.

Saham yang belum menjadi konstituen MSCI IMI Indexes tidak akan langsung ditambahkan ke Standard Index. Saham tersebut akan tetap berada dalam market investable universe dan dievaluasi kembali pada review indeks berikutnya.

Dengan kata lain, metodologi EPI baru ini lebih longgar untuk saham dengan FIF minimal 0,75 karena memiliki peluang yang lebih besar untuk masuk MSCI Standard Index. Sementara untuk saham EPI dengan FIF di bawah 0,75 tetap mendapatkan pembatasan dan kemungkinan harus menunggu hingga review berikutnya.

Adapun konstituen MSCI Small Cap Indexes yang mengalami EPI akan dievaluasi berdasarkan kapitalisasi pasar dibandingkan dengan batas ukuran segmen pasar (Market Size-Segment Cutoffs) Standard Index.

Saham dengan kapitalisasi pasar penuh (full market capitalization) di bawah 1,8 kali batas ukuran segmen pasar Standard Index atau kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float (free float adjusted market capitalization) di bawah 1,8 kali setengah batas ukuran segmen pasar Standard Index akan tetap menjadi konstituen Small Cap.

Sebaliknya, saham dengan kapitalisasi pasar penuh minimal 1,8 kali batas ukuran segmen pasar Standard Index dan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float minimal 1,8 kali setengah batas ukuran segmen pasar Standard Index tidak akan ditambahkan ke Standard Index.

Saham tersebut juga akan dihapus dari Small Cap Index, tetapi tetap berada dalam market investable universe. MSCI akan mengevaluasi kembali kelayakan saham tersebut untuk masuk ke Standard Index pada Index Review berikutnya.

Dampaknya ke Saham Indonesia

Perubahan aturan ini sejalan dengan masukan MSCI terhadap saham-saham Indonesia yang memiliki free float rendah sehingga berpotensi lebih mudah dipengaruhi oleh pihak tertentu.

Sebelumnya, MSCI menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham (shareholder transparency) serta dugaan adanya perdagangan saham yang terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

Kekhawatiran pun muncul bahwa MSCI akan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perintis (frontier market). Namun, dalam evaluasi Juni 2026, MSCI masih mempertahankan Indonesia di emerging market.

Meski demikian, MSCI masih menempatkan pasar modal Indonesia dalam pantauan hingga November 2026. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan reformasi integritas pasar modal yang dijalankan oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika reformasi tersebut dinilai tidak menunjukkan perkembangan, Indonesia terancam diturunkan statusnya menjadi frontier market.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tuding Serangan AS Picu Evakuasi RS Kanker Anak
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis, Daftar Pemain, dan Tanggal Tayang The Odyssey
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras, 1 Pelaku Ditangkap di Kalideres Jakbar
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Ingin Draf RUU Perampasan Aset Sesuai UUD ’45 dan KUHAP Baru
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Perang Membesar! Drone Bunuh Diri Iran Guncang Kuwait, 80 Prajurit Iran Dilaporkan Tewas Dibalas AS
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.