Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengungkapkan bahwa sejumlah anggota pemerintahan Israel telah berupaya mempengaruhi opini publik Amerika untuk menentang kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.
Pernyataan terbaru Vance itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (17/7/2026), disampaikan dalam podcast dengan Joe Rogan yang diposting pada Rabu (15/7) waktu setempat.
Komentar tersebut menegaskan kembali kritikan Vance, yang dipandang banyak pihak sebagai calon presiden AS di masa depan, terhadap kebijakan pemerintah Israel.
Vance membela kesepakatan awal yang dicapai AS dan Iran bulan lalu, dalam upaya mengakhiri pertempuran. Kesepakatan itu menuai kecaman dari berbagai pihak di AS dan Israel, karena dianggap gagal membendung program nuklir Teheran, dan tidak membuka jalan yang jelas untuk memusnahkan fasilitas nuklir Iran. Juga dianggap membatasi pergerakan pasukan Israel dalam perang melawan Hizbullah di Lebanon.
"Saya mengetahui tanpa keraguan sedikit pun bahwa ada orang-orang di dalam pemerintahan Israel yang berupaya, katakanlah, benar-benar mengalihkan perhatian kita dari kebijakan tersebut karena mereka ingin melanjutkan kampanye militer," ucap Vance dalam podcast tersebut.
Vance mengatakan bahwa meskipun dirinya memiliki "hubungan baik" dengan beberapa anggota pemerintahan Israel, ada sejumlah pihak yang melakukan "manipulasi" terhadap opini publik AS demi menggagalkan kesepakatan dengan Iran.
"Ada orang-orang di dalam sistem mereka, yang kita ketahui tanpa keraguan, sedang memanipulasi dan berupaya mengubah opini publik Amerika agar perang terus berlangsung tanpa batas waktu," cetus Wapres AS tersebut.
(nvc/ita)





