Jakarta (ANTARA) - Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pelayanan yang humanis, sabar, dan terukur dalam melayani kegiatan penyampaian pendapat di Jakarta, Jumat.
Polda Metro Jaya mengerahkan 4.839 personel gabungan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan arahan tersebut disampaikan oleh Wakapolda saat memimpin apel kesiapan personel.
“Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” kata Budi.
Menurut dia, kehadiran personel bukan hanya untuk melayani peserta aksi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar titik kegiatan.
“Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Budi.
Dia menyebutkan sebanyak 4.839 personel gabungan itu terdiri dari 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan itu meliputi Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Baca juga: Polisi kedepankan pendekatan humanis kawal aksi unjuk rasa di Jakarta
Budi menegaskan seluruh tindakan personel di lapangan harus berada dalam satu komando. Pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.
“Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api,” tegas Budi.
Dia mengungkapkan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, serta Bundaran Senayan.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat pun diimbau agar mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.
Polda Metro Jaya juga mengajak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan, dan tidak mudah terprovokasi.
"Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi petugas terdekat atau layanan Polri 110," tutur Budi.
Baca juga: Kapolda Metro perintahkan anggota kawal aksi unjuk rasa secara humanis
Baca juga: Pramono minta massa unjuk rasa tak rusak fasilitas umum di Jakarta
Polda Metro Jaya mengerahkan 4.839 personel gabungan untuk memastikan peserta dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan arahan tersebut disampaikan oleh Wakapolda saat memimpin apel kesiapan personel.
“Bapak Wakapolda menekankan agar seluruh anggota menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, mampu mengendalikan diri, serta bertindak sesuai prosedur,” kata Budi.
Menurut dia, kehadiran personel bukan hanya untuk melayani peserta aksi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas dan beraktivitas di sekitar titik kegiatan.
“Personel hadir untuk memberikan rasa aman kepada peserta yang menyampaikan aspirasi serta menjaga kelancaran kegiatan masyarakat lainnya,” ujar Budi.
Dia menyebutkan sebanyak 4.839 personel gabungan itu terdiri dari 3.728 personel Polda Metro Jaya, 340 personel Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Timur, 642 personel TNI, serta 129 personel Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Unsur Pemprov DKI Jakarta yang dilibatkan itu meliputi Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Baca juga: Polisi kedepankan pendekatan humanis kawal aksi unjuk rasa di Jakarta
Budi menegaskan seluruh tindakan personel di lapangan harus berada dalam satu komando. Pemeriksaan perlengkapan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota yang membawa senjata api.
“Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api,” tegas Budi.
Dia mengungkapkan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, Patung Kuda, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, serta Bundaran Senayan.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Masyarakat pun diimbau agar mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.
Polda Metro Jaya juga mengajak peserta menyampaikan aspirasi secara damai, menaati ketentuan, dan tidak mudah terprovokasi.
"Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi petugas terdekat atau layanan Polri 110," tutur Budi.
Baca juga: Kapolda Metro perintahkan anggota kawal aksi unjuk rasa secara humanis
Baca juga: Pramono minta massa unjuk rasa tak rusak fasilitas umum di Jakarta





