Drama pendek bertema kisah cinta antara CEO kaya raya dan perempuan dari keluarga sederhana telah menjadi salah satu genre yang populer di China dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini berkembang pesat terutama sejak 2022 hingga 2024, seiring meningkatnya konsumsi konten video pendek di platform digital seperti Douyin dan Kuaishou.
Namun, pada 2024, pemerintah China melalui Administrasi Radio dan Televisi Nasional China (National Radio and Television Administration/NRTA) mulai mengambil langkah tegas untuk membatasi peredaran tayangan dengan tema tersebut. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya produksi drama pendek yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas dan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Kebijakan tersebut membuat Drama China tentang CEO kini masuk dalam pengawasan regulator penyiaran.
Mengapa Drama China tentang CEO Dilarang?Pada November 2024, Administrasi Radio dan Televisi Nasional China (National Radio and Television Administration/NRTA) menerbitkan pedoman baru bagi industri micro drama. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah penguatan pengawasan terhadap drama pendek bertema CEO kaya raya yang menjalin hubungan romantis dengan perempuan dari kalangan biasa. Regulator meminta pelaku industri mengurangi produksi cerita dengan formula tersebut serta meningkatkan kualitas konten yang ditayangkan
Pelarangan drama bertema CEO bukan berarti seluruh serial dengan tokoh pengusaha otomatis tidak boleh diproduksi. Kebijakan ini lebih ditujukan kepada drama pendek atau micro drama yang menggunakan formula cerita serupa secara berulang, seperti kisah CEO kaya raya yang jatuh cinta kepada gadis miskin dan berakhir dengan kehidupan mewah. Menurut regulator, pola cerita semacam itu berpotensi mendorong pandangan yang materialistis dan menjauh dari realitas kehidupan masyarakat.
Secara lebih rinci, pemerintah menilai banyak drama pendek mengangkat pola cerita yang seragam sehingga minim inovasi dan kreativitas. Selain itu, tayangan tersebut sering menampilkan gaya hidup mewah sebagai simbol kesuksesan, yang berpotensi membentuk persepsi keliru di kalangan penonton. Alur cerita yang disajikan juga kerap dianggap tidak realistis karena terlalu mengandalkan fantasi romantis yang jauh dari kondisi sosial sebenarnya.
Tidak hanya itu, konflik yang dihadirkan sering kali dibuat berlebihan demi menarik perhatian, sehingga mengabaikan kualitas cerita. Melalui kebijakan ini, pemerintah China ingin mendorong produksi konten yang lebih berkualitas, edukatif, dan mencerminkan nilai sosial yang lebih seimbang.
Keputusan pemerintah China menarik perhatian pelaku industri hiburan karena genre ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jenis tayangan yang paling banyak diproduksi. Popularitasnya didorong oleh durasi yang singkat, biaya produksi relatif rendah, serta potensi keuntungan tinggi dari jumlah penonton yang besar di platform digital.
Kebijakan terbaru pemerintah diperkirakan akan memengaruhi proses produksi drama pendek di China dalam jangka pendek maupun panjang. Rumah produksi dan platform digital perlu menyesuaikan tema maupun alur cerita agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong rumah produksi untuk menghadirkan cerita yang lebih beragam dan inovatif, tidak hanya berfokus pada kisah cinta antara tokoh kaya dan miskin. Platform digital juga mulai memperketat proses seleksi sebelum menayangkan drama pendek, termasuk melakukan evaluasi terhadap naskah dan pesan yang disampaikan.
Tema yang terlalu menonjolkan kemewahan dan kekayaan diperkirakan akan berkurang, sementara penulis naskah didorong menciptakan karakter dan konflik yang lebih realistis. Selain itu, industri hiburan berpotensi menghadirkan lebih banyak drama dengan nilai sosial, sejarah, atau budaya yang lebih kuat.
Perubahan ini juga diperkirakan akan mempengaruhi preferensi penonton. Jika sebelumnya Drama China tentang CEO menjadi salah satu genre yang mendominasi platform digital, ke depan penonton kemungkinan akan disuguhi pilihan cerita yang lebih variatif.




