Grid.ID - Kronologi pembunuhan wanita di Sukabumi yang jasadnya ditemukan tinggal kerangka di kebun jati. Diduga berawal dari cekcok masalah uang.
Hilangnya wanita berinisial EM (33) sejak akhir Juni 2026 berujung pada penemuan jasad dalam kondisi tinggal kerangka. Jasad korban ditemukan pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kondisi jasad saat ditemukan sudah membusuk dan sebagian tubuhnya menyisakan kerangka. Penemuan itu membuat Polres Sukabumi mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan.
"Peristiwa ini cukup menjadi perhatian publik dan kami dari Polres Sukabumi, dalam hal ini Satreskrim dan juga Unit Reskrim Polsek Sagaranten, segera melakukan tindakan penyelidikan, terutama terhadap korban yang ditemukan di lokasi perkebunan," ujar Samian, dikutip dari Kompas.com.
Melalui metode scientific crime investigation yang dipadukan dengan penyelidikan konvensional, polisi akhirnya mengidentifikasi jasad sebagai EM. Korban diketahui tinggal sementara dengan mengontrak sebuah kamar kos di wilayah Sagaranten.
Setelah identitas korban diketahui, polisi menelusuri aktivitas terakhir EM dan memeriksa sejumlah saksi. Penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial H alias D (44). Ia kemudian ditangkap kurang dari 24 jam setelah identitas korban terungkap.
"Setelah terungkapnya identitas daripada korban, tidak lebih dari 24 jam, Polres Sukabumi berhasil mengungkap bahwa ini adalah perkara dugaan pembunuhan berencana dan atau pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya orang," ungkap Samian.
Kronologi
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan keji itu dipicu oleh masalah finansial dan komunikasi antara korban dan pelaku. Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan alibi, insiden berdarah ini terjadi dua minggu sebelum jasad ditemukan.
"Modus daripada kejahatan ini adalah adanya kesalahpahaman terkait dengan masalah uang, kemudian ada perselisihan paham. Di situlah yang akhirnya memicu seorang pelaku melakukan aksinya dengan cara melakukan pemukulan terhadap korban di bagian kepala dengan menggunakan botol dan juga menggunakan batu sebanyak dua kali, sehingga menyebabkan korban jatuh tidak sadar," jelas Samian, dikutip dari Tribun Jabar.
"Dari keterangan para saksi, nah tentunya kita masih mengecek alibi daripada tersangka. Ya, jadi itu adalah perselisihan paham terkait dengan penggunaan sejumlah uang oleh korban."
"Kemudian pelaku meminta penggantian dengan menjual sepeda motor yang dimiliki korban, dan di situlah perselisihan paham terjadi sehingga terjadi peristiwa pembunuhan," tambahnya.
Setelah korban dipukul hingga tak bernyawa di area perkebunan, pelaku langsung memindahkan jasad korban ke lokasi tersembunyi. Selama dua minggu pelariannya, pelaku berusaha menghapus seluruh jejak yang menghubungkan dirinya dengan korban.
"Pelaku berusaha untuk menyembunyikan peristiwa pidana yang terjadi, dengan menggadaikan sepeda motor, menjual barang-barang milik korban, melakukan format komunikasi dan sebagainya, sehingga jejak digital daripada komunikasi antara korban dengan pelaku sudah hilang," ucap Samian.
Kronologi pembunuhan wanita di Sukabumi menggegerkan warga setempat. Korban dihabisi diduga berawal dari cekcok masalah uang dan jasadnya ditemukan tinggal kerangka di kebun jati. (*)
Artikel Asli




