KOMPAS.TV – Pondok pesantren kini tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kemandirian ekonomi melalui berbagai unit usaha produktif. Salah satunya dilakukan Pondok Pesantren Thohir Yasin di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dengan dukungan Program HEBITREN yang diinisiasi Bank Indonesia.
Berdiri sejak 1991, Pondok Pesantren Thohir Yasin mengembangkan berbagai bidang usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perdagangan, hingga rumah potong unggas. Hasil usaha tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pesantren, pembangunan sarana pendidikan, serta membantu pembiayaan santri yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Selain menopang kebutuhan pesantren, unit usaha yang dikelola juga memberdayakan masyarakat sekitar dan menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri agar memiliki bekal ketika terjun ke masyarakat.
Pengembangan usaha pesantren ini mendapat dukungan Bank Indonesia melalui Program HEBITREN, antara lain berupa pembangunan greenhouse, kandang ayam, rumah potong unggas, serta pelatihan manajemen usaha untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan bisnis pesantren.
Melalui program tersebut, Bank Indonesia berharap pengembangan usaha pesantren dapat mendorong kemandirian ekonomi lembaga pendidikan sekaligus melahirkan santri berjiwa wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
#Pesantren #HEBITREN #BankIndonesia #LombokBarat
Baca Juga: BSI Region III Palembang Siap Gaspol Digitalisasi Bisnis, Layanan Keuangan Makin Modern
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- noads
- pesantren
- bisnis
- ekonomi
- NusaTenggaraBarat
- HEBITREN





